Liverpool Mengamuk di Anfield! Ternyata Ini Pemicu Emosi The Reds Hingga Hancurkan Galatasaray

1 day ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool tampil menggila saat menjamu Galatasaray pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Bermain di Anfield, Kamis (19/03/2026) dini hari WIB, The Reds menang telak dengan skor 4-0.

Kemenangan itu memastikan Liverpool membalikkan keadaan setelah kalah 0-1 pada leg pertama di Istanbul. Agregat 4-1 membawa pasukan Arne Slot melangkah meyakinkan ke perempat final.

Dominasi Liverpool sudah terlihat sejak menit awal pertandingan. Mereka langsung menekan tanpa memberi ruang bagi Galatasaray untuk berkembang.

Empat gol Liverpool dicetak oleh Dominik Szoboszlai, Hugo Ekitike, Ryan Gravenberch, dan Mohamed Salah. Penampilan agresif ini ternyata bukan tanpa alasan.

Dendam Terpendam Jadi Bahan Bakar Kebangkitan Liverpool

Liverpool datang ke laga ini dengan membawa misi besar setelah hasil buruk di leg pertama. Kekalahan di Turki rupanya meninggalkan rasa tidak puas di ruang ganti.

Dominik Szoboszlai mengungkapkan bahwa ada motivasi pribadi yang mendorong tim tampil habis-habisan. Ia menyebut momen tertentu setelah laga di Istanbul menjadi pemicu utama.

Menurut Szoboszlai, selebrasi pemain Galatasaray usai leg pertama terasa berlebihan. Hal itu membuat beberapa pemain Liverpool merasa tersinggung dan ingin membalas di Anfield.

Atmosfer Anfield pun menjadi senjata tambahan bagi The Reds. Dukungan suporter serta determinasi tim membuat Galatasaray tak berkutik sepanjang laga.

"Sejak menit pertama, kami sudah seperti itu. Pertandingan terakhir, saat saya memberikan wawancara, saya mendengar mereka melakukan selebrasi," ungkapnya pada TNT Sports.

"Saya berbicara dengan beberapa orang di Turki dan ini biasa setelah pertandingan Anda merayakan, tidak masalah apakah ada leg kedua dan saya sedikit tersinggung, Anda tahu, dan saya pikir beberapa dari kami juga begitu."

Sentilan Szoboszlai untuk Galatasaray

Szoboszlai tidak hanya berbicara soal motivasi, tetapi juga memberi pesan tersirat kepada Galatasaray. Ia menyinggung pentingnya menjaga sikap, terutama dalam kompetisi dua leg seperti Liga Champions.

Gelandang asal Hungaria itu menilai selebrasi terlalu dini bisa menjadi bumerang. Hal itu terbukti ketika Liverpool justru bangkit dengan performa luar biasa di kandang sendiri.

Szoboszlai menegaskan bahwa momen di Istanbul menjadi pelajaran penting bagi timnya. Ia juga menyiratkan bahwa Galatasaray mungkin menyesal telah memicu reaksi tersebut.

"Saya masih ingat, Anda tidak pernah merayakan terlalu cepat. Mungkin mereka tidak bermaksud demikian tetapi itu memberi kami sedikit dorongan dan saya pikir sejak detik pertama, kami langsung fokus."

 (TNT Sports)

Gelar FIFA Series 2026, SUGBK Dapat Sorotan FIFA: Lebih Besar dari Populasi Salah Satu Peserta

Read Entire Article
Bisnis | Football |