Lothar Mathaus Kritik Timnas Argentina: Dasar Pecundang!

8 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Legenda Jerman, Lothar Matthaus, memberikan kritik keras terhadap sikap Timnas Argentina setelah kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Mantan pemenang Ballon d'Or itu menilai sejumlah pemain Argentina tidak menunjukkan sportivitas yang seharusnya dalam pertandingan sebesar final Piala Dunia.

Final Piala Dunia 2026 b erakhir dengan Keributan. Spanyol berhasil mengalahkan Argentina dan memastikan gelar juara dunia. Namun, perayaan La Roja sempat diwarnai keributan di lapangan setelah peluit panjang dibunyikan.

Bek Argentina, Nahuel Molina, terlihat memukul kapten Spanyol, Rodri, yang masuk ke lapangan untuk merayakan kemenangan. Keributan kemudian semakin meluas setelah  Leandro Paredes bahkan terlihat mencekik Eric Garcia sebelum terlibat bentrokan dengan Gavi. Para pemain dan staf pelatih dari kedua tim akhirnya turun tangan untuk memisahkan mereka.

Paredes kemudian menerima kartu merah atas tindakannya. Sebelumnya, Enzo Fernandez juga telah diusir dari lapangan setelah menerima kartu kuning kedua pada masa injury time.

Argentina Dinilai Tidak Menghormati Spanyol

Kontroversi berlanjut ketika sejumlah pemain Argentina terlihat membelakangi panggung saat para pemain Spanyol menerima trofi Piala Dunia. Matthaus mengaku kecewa melihat sikap tersebut. Ia menilai Argentina seharusnya tetap menunjukkan rasa hormat kepada tim yang berhasil menjadi juara.

"Saya sebenarnya adalah penggemar sepak bola Argentina. Namun, apa yang ditunjukkan Amerika Selatan dalam final Piala Dunia tidak ada hubungannya dengan sepak bola," tulis Mathaus di kolomnya di Sky Sports.

"Spanyol ingin bermain, Argentina tidak. Mereka bermain dengan rasa takut dan membiarkan diri mereka terbawa ke dalam situasi yang tidak kita butuhkan di lapangan sepak bola."

Tidak Berjiwa Besar

Matthaus juga mengkritik Argentina karena tidak memberikan guard of honour kepada Spanyol setelah pertandingan berakhir. Ia menilai sudah sewajarnya tim yang kalah membuat guard of honor bagi sang juara, jadi keputusan Argentina untuk tidak membuat Guard of Honor itu dirasa sangat memalukan.

"Mereka menunjukkan diri sebagai pecundang yang buruk dan tidak memberikan guard of honour kepada pemain Spanyol. Saya sangat kecewa dengan hal itu."

"Saya memahami kekecewaan mereka, tetapi ini adalah masalah rasa hormat kepada tim yang memang pantas menjadi juara dunia," tegas Matthaus.

Sumber: Sky Sports

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Musim Kedua di Indonesia, Juan Mera Yakin Persis Solo Bisa Kompetitif

Read Entire Article
Bisnis | Football |