Man Utd vs Crystal Palace: Ketika VAR Untungkan Setan Merah untuk Menang

4 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan pekan ke-28 Premier League antara Man Utd vs Crystal Palace di Old Trafford, Minggu (1/3) malam WIB, mengalami perubahan arah akibat keputusan kontroversial. VAR mendominasi perbincangan sepanjang babak kedua.

Manchester United sempat berada dalam posisi sulit karena tertinggal dan kesulitan menembus pertahanan disiplin Palace. Situasi tersebut meningkatkan tensi laga seiring berjalannya waktu.

Momen penting terjadi setelah turun minum. Insiden di kotak penalti Palace memicu intervensi VAR yang mengubah dinamika permainan secara drastis.

Dari titik inilah pertandingan berjalan semakin sengit. Penalti dan kartu merah menjadi pembalik keadaan, membuka jalan bagi United untuk mengunci kemenangan 2-1.

Insiden VAR yang Memecah Konsentrasi Palace

United sempat tertinggal lebih dulu setelah sundulan melengkung Maxence Lacroix berhasil menaklukkan Senne Lammens. Palace tampil solid dan membuat tuan rumah frustrasi selama babak pertama.

Kebuntuan United pecah pada babak kedua. Umpan terobosan Bruno Fernandes memberi peluang bagi Matheus Cunha, namun ia dijatuhkan Lacroix di kotak terlarang.

Wasit Chris Kavanagh segera menunjuk titik putih. Ia kemudian menunda keputusan akhir untuk meninjau insiden tersebut melalui VAR.

Usai mengecek monitor di sisi lapangan, Kavanagh mengeluarkan keputusan tegas. Ia menyatakan bahwa pemain nomor 5 Crystal Palace melakukan pelanggaran yang menggagalkan peluang mencetak gol jelas. Keputusan akhirnya adalah penalti dan kartu merah.

Keunggulan Jumlah Pemain Jadi Penentu Hasil

Keputusan tersebut memaksa Palace bermain dengan 10 pemain. Manchester United segera memanfaatkan situasi ini untuk menaikkan intensitas serangan.

Fernandes menjalankan tugasnya dengan sempurna. Ia sukses mengeksekusi penalti yang menyamakan kedudukan dan membangkitkan atmosfer Old Trafford.

Momentum kini sepenuhnya beralih ke tangan tuan rumah. United lebih dominan dalam penguasaan bola dan menekan Palace yang mulai kehilangan struktur pertahanan.

Gol kemenangan akhirnya dicetak oleh Benjamin Sesko yang menyambut umpan apik Fernandes. Gol ini menegaskan peran vital sang kapten dalam membalikkan situasi laga.

Kebangkitan Benjamin Sesko

Gol tersebut melanjutkan performa positif Sesko bersama United. Sejak Ruben Amorim hengkang awal tahun ini, penyerang muda tersebut telah mengemas enam gol.

Kontribusinya tidak terjadi secara instan. Sesko sebelumnya mencetak gol penyeimbang di West Ham, lalu turun dari bangku cadangan untuk mencetak gol kemenangan kontra Everton.

Konsistensi performa itu membuatnya kembali dipercaya tampil sebagai starter. Laga ini menjadi penampilan pertamanya sejak hasil imbang 2-2 melawan Burnley di bawah asuhan Darren Fletcher.

Bagi Manchester United, kemenangan ini bukan hanya soal tambahan tiga poin. Setan Merah kini bercokol di peringkat ketiga klasemen dan semakin dekat dengan target tiket Liga Champions.

Josep Guardiola Kecam Suporter yang Cemooh Jeda Buka Puasa di Laga Man City

Read Entire Article
Bisnis | Football |