Liputan6.com, Jakarta - Manchester United dikabarkan siap turun ke arena transfer demi memperebutkan Hugo Ekitike, striker milik Eintracht Frankfurt. Perburuan ini dipastikan tidak akan berjalan mulus karena banyak tim sudah bersiap di garis start.
Usai tumbang 0-1 dari Nottingham Forest di tengah pekan, Setan Merah harus puas mengakhiri pekan ke-30 dengan hanya mengantongi 37 poin dan bertengger di peringkat ke-13. Meski kalah, Ruben Amorim bisa memetik beberapa catatan positif dari sisi permainan.
Dalam pertandingan tersebut, United sejatinya unggul dalam penguasaan bola dan menciptakan tiga peluang emas. Namun, mereka kembali gagal dalam penyelesaian akhir, memperlihatkan situasi lini serang tim di zona kritis.
Alejandro Garnacho jadi sorotan akibat performa yang kurang greget, dan ironisnya, justru di bek tengah Harry Maguire yang menjadi pemain paling berbahaya di area lawan. Ini menjadi sinyal bahwa lini depan United memang tak bertaji.
Tak heran jika radar transfer klub kini mengarah ke Ekitike. Namun, menurut laporan TEAMtalk, United harus lebih dulu menyingkirkan pesaing seperti Crystal Palace bila ingin memenangkan sprint menuju tanda tangan striker muda asal Prancis tersebut.
Manchester United Lirik Ekitike si Predator Ruang Sempit
Hojlund dan Zirkzee masih menjadi pilihan utama Ruben Amorim di lini depan, tapi keduanya baru mencetak enam gol di Premier League musim ini.
Sebaliknya, Ekitike tampil lebih tajam bersama Eintracht Frankfurt, dengan torehan 13 gol dan empat assist yang menunjukkan peran ganda sebagai target man dan playmaker.
Meski belum seklinis harapan dengan tertinggal lima gol dari xG dan gagal menyelesaikan dua penalti, Ekitike unggul dalam membaca ruang dan membagi bola di bawah tekanan, menjadikannya aset ideal dalam skema serangan cepat.
Opsi Alternatif Manchester United
Gaya main Ekitike yang lincah dan cair bisa jadi pelumas yang pas untuk menghidupkan kreativitas Bruno Fernandes maupun Amad Diallo di lapangan. Namun, beberapa pihak menilai bahwa Setan Merah akan lebih berkembang jika mengandalkan striker nomor sembilan murni yang bisa menjadi ujung tombak klasik di lini depan.
Nama-nama besar seperti Viktor Gyokeres dan Victor Osimhen memang sudah lama masuk daftar incaran, tapi harga transfer dan permintaan gaji selangit bisa membuat manajemen klub berpikir dua kali sebelum mengajukan tawaran. Dalam situasi seperti ini, opsi pemain muda potensial seperti Liam Delap atau Ekitike bisa jadi plan B yang lebih hemat, tapi tetap membuat lini serang lebih berbahaya.