Masalah Arsenal Sebenarnya Ada di Sektor Sayap

3 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - William Gallas, mantan pemain bertahan Arsenal, memberikan masukan tajam terkait strategi transfer klub London Utara tersebut. Ia mendesak Mikel Arteta untuk segera meninjau ulang performa dua pemain sayap yang menghuni skuadnya saat ini.

Musim perdana Viktor Gyokeres di Emirates Stadium dinilai belum sepenuhnya stabil. Meski diboyong dari Sporting CP dengan mahar fantastis mencapai 64 juta paun dan telah mengoleksi 18 gol, kontribusi menyeluruh sang pemain masih sering memicu perdebatan di kalangan publik.

Kritik juga datang dari pengamat sepak bola Jamie Carragher yang meragukan efektivitas Gyokeres sebagai tumpuan utama. Carragher bahkan berpendapat bahwa Arsenal masih memerlukan sosok penyerang baru untuk menghadapi kompetisi musim depan, terutama saat perebutan gelar juara kian sengit.

Namun, Gallas memiliki perspektif berbeda. Baginya, kendala utama bukan terletak pada kemampuan individu Gyokeres, melainkan pada sistem permainan tim yang perlu dievaluasi, khususnya dalam mekanisme distribusi bola ke lini depan.

Perlu Penyesuaian di Lini Serang

Arsenal saat ini mengandalkan Bukayo Saka dan Noni Madueke di sisi kanan penyerangan. Namun, pemandangan berbeda terlihat di sektor kiri yang dianggap gagal memberikan dampak maksimal. Performa Leandro Trossard dan Gabriel Martinelli justru menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan musim ini.

Gallas secara terang-terangan menyatakan keterkejutannya melihat merosotnya produktivitas Martinelli di kompetisi liga. Sejauh ini, pemain asal Brasil itu tercatat baru menyumbangkan satu gol saja bagi The Gunners.

"Siapa yang akan saya rekrut untuk Arsenal? Sejujurnya, saya pikir mereka punya skuad yang bagus dan mereka bisa menampilkan performa yang sama untuk musim depan," kata Gallas.

"Meskipun punya barisan sayap mumpuni, mereka mungkin butuh sedikit penyegaran," tambahnya.

Rencana Besar Perombakan Skuad

Dalam skema taktik yang dijalankan Arteta, Gallas melihat Gyokeres sering terisolasi. Ia meyakini striker berusia 29 tahun itu bisa tampil lebih ganas jika ditempatkan dalam sistem yang lebih mendukung akurasi umpan dan kreativitas dari sektor sayap.

Upaya Arsenal untuk memperkecil kesenjangan kualitas dengan rival-rival besar menuntut efisiensi di setiap lini. Gallas berpendapat bahwa perbaikan tidak harus selalu dengan mengganti penyerang tengah, melainkan dengan memperbaiki kualitas suplai dari sisi lapangan.

"Meskipun punya barisan sayap mumpuni, mereka mungkin butuh sedikit penyegaran," ujar Gallas menekankan perlunya perubahan di barisan pendukung serangan.

Hingga saat ini, manajemen klub masih mengevaluasi opsi tambahan untuk memperkuat tim. Selain masalah di lini serang, Arsenal juga sempat dikaitkan dengan beberapa nama untuk memperdalam komposisi lini tengah dan belakang demi menjaga keseimbangan skuad di musim mendatang.

Mental Pemain Timnas Indonesia U-17 Terganggu Usai Gagal di Piala AFF U-17 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |