MBG Bakal Sasar Anak Putus Sekolah hingga Anak Pernikahan Dini

5 days ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana tengah mendata anak-anak putus sekolah hingga anak pernikahan dini maupun pernikahan siri. Nantinya, kategori tersebut akan mendapat alokasi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan menyampaikan perluasan target menyasar anak-anak yang juga tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK). Saat ini, BGN bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendata kelompok tersebut.

"Sekarang kami sedang berusaha bekerjasama dengan seluruh Pemda di seluruh Indonesia agar mendata seluruh penerima manfaat," kata Dadan, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

"Baik itu santri, kemudian ibu hamil, usia anak balita, baik yang memiliki NIK maupun tidak memiliki NIK dan kemudian juga terkait dengan anak usia sekolah yang putus sekolah. Jadi itu sedang kita getilkan," sambungnya.

Dadan mengatakan, anak dari pernikahan dini maupun pernikahan siri juga akan jadi sasaran untuk didata. Apalagi, kelompok ini kerap tidak terdata karena tak memiliki identitas.

"Sama, kan rata-rata kalau yang seperti itu (anak pernikahan dini) kan tidak terdata dan tidak memiliki NIK. Nah itu adalah warga negara yang harus mendapatkan program MBG," tuturnya.

Tengah Didata Petugas SPPG

Salah satu cara pendataannya bisa melalui koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG. Nantinya, akan dikerjasamakan dengan aparatur pemerintah setempat di wilayah masing-masing.

Target yang didatanya adalah anak yang masih dalam kandungan hingga mencapai 18 tahun. "Jadi nanti SPPG, baik itu ada yang jadi koordinator kecamatan, wilayah, bekerjasama dengan Pemda masing-masing untuk mendata seluruh warga negara dari usia masih dalam kandungan sampai usia 18 (tahun)," tuturnya.

Soal anak pernikahan dini dan pernikahan siri tanpa identitas resmi, Dadan sempat mengungkapkan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komiai IX DPR, pekan lalu.

60 Juta Orang Sudah Terima MBG

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan, jumlah penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 60 juta orang. Jumlah ini disalurkan melalui 22.091 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Zulkifli mengatakan, jumlah itu didata hingga akhir Januari 2026 ini. Adapun, targetnya mencapai 82,9 juta penerima dalam beberapa bulan kedepan.

"Sampai hari ini kita sudah, SPPG sudah 22.091. Penerima manfaat sudah lebih dari 60 juta, lebih sedikit," kata Zulkifli, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

32.000 Pegawai MBG Diproses Jadi PPPK

Dia menjelaskan, puluhan ribu dapur MBG tadi mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja langsung. Sebanyak 32.000 pegawai SPPG masuk dalam proses ditetapkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Ini menyerap tenaga kerja yang langsung ya PPPK sudah diproses 32.000. Kemudian yang di SPPG itu sudah 924.424 tenaga kerja langsung, ang langsung ya," ujar dia.

Sementara itu, data yang dikantonginya, MBG juga melibatkan sebanyak 68.551 pemasok atau suplier bahan baku. Kemudian, mitra MBG telah tercatat sebanyak 21.413.

Read Entire Article
Bisnis | Football |