Mental Juara Arsenal Diragukan, Keunggulan 10 Poin Sirna dengan Cepat!

1 month ago 25

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal seharusnya bisa beristirahat dengan tenang karena unggul 10 poin di puncak klasemen jelang pekan ke-23 Premier League. Namun, kekalahan dari Manchester United di kandang sendiri mengubah situasi menjadi buruk.

Kekalahan pertama di Emirates Stadium itu membuat persaingan perebutan gelar kembali sangat ketat. Keraguan besar kini menghantui tim Mikel Arteta dalam misi mengakhiri penantian gelar selama dua dekade.

Keunggulan The Gunners kini terpangkas tajam, tersisa hanya empat poin. Momentum positif mereka seperti hilang setelah tidak menang dalam tiga pertandingan liga secara beruntun.

Mereka bermain imbang melawan Liverpool dan Nottingham Forest, sebelum takluk 2-3 dari Manchester United. Pertanyaan besar muncul tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan mesin tempur Arsenal.

Tim tersebut seolah-olah macet total di momen yang paling menentukan. Masalah utama terlihat jelas dalam beberapa penampilan terakhir.

Kesalahan individu yang fatal, saling lempar tanggung jawab, serta demam panggung yang semakin parah menjadi faktor penghambat. Semua elemen itu saling terkait dan perlahan mengikis mental juara skuad tersebut.

Kritik Vieira: Hilangnya Kreativitas dan Kepemimpinan

Legenda klub, Patrick Vieira, secara terbuka mempertanyakan mentalitas mantan timnya usai pertandingan lawan Setan Merah. Ia menyoroti absennya kreativitas dan keberanian pemain untuk mengambil risiko.

"Masih ada pertanyaan tentang kekuatan mental tim ini," tegas Patrick Vieira kepada Sky Sports. Ia menambahkan bahwa ada kekurangan kreativitas sehingga tidak cukup peluang tercipta.

Menurutnya, baik Saka di sisi kanan maupun Trossard di kiri tidak cukup membahayakan pertahanan Manchester United. Vieira juga menekankan pentingnya sosok pemimpin yang berani tampil di saat-saat genting.

Sayangnya, para pemain Arsenal justru terlihat pasif dan terlalu banyak menunggu. Mereka berharap rekan setimnya yang lain yang memecahkan kebuntuan.

Odegaard Akui Kekalahan dalam Duel Krusial

Pendapat serupa diungkapkan oleh kapten tim, Martin Odegaard. Ia mengakui bahwa timnya terlalu mudah kehilangan penguasaan bola selama pertandingan.

Odegaard menyebut The Gunners kalah dalam banyak duel penting di babak kedua. Kekalahan itu memberikan momentum bagi lawan untuk bangkit dan menekan.

"Di babak kedua, mereka memenangkan banyak duel yang memberi mereka momentum. Itu membiarkan mereka berlari dan kami tidak pernah benar-benar mendapatkan ritme," aku gelandang asal Norwegia itu.

Lanjut baca

Gol penyeimbang Mikel Merino sempat memberikan harapan dan energi baru bagi tuan rumah. Namun, angin segar itu hanya bertahan selama tiga menit. Gol kemenangan Manchester United yang segera menyusul membuktikan kegagalan Arsenal meredam laju permainan lawan. Hal itu sekaligus menandai hilangnya fokus dan ketenangan mereka.

Read Entire Article
Bisnis | Football |