Mohamed Salah di Laga Liverpool vs Galatasaray: Gagal Penalti Lalu Bangkit Jadi Pahlawan

6 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool tampil luar biasa saat mengalahkan Galatasaray pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026. The Reds menang telak 4-0 di Anfield, Kamis (19/3) dini hari WIB dengan Mohamed Salah jadi salah satu pemain kunci.

Hasil ini memastikan langkah Liverpool ke perempat final. Mereka unggul agregat 4-1 setelah tampil dominan sepanjang pertandingan.

Namun, laga ini tidak sepenuhnya berjalan mulus bagi Mohamed Salah. Penyerang asal Mesir itu sempat menjadi sorotan akibat kegagalan penalti di babak pertama.

Alih-alih terpuruk, Salah justru menunjukkan respons luar biasa. Ia bangkit dan menjadi sosok kunci di balik kemenangan Liverpool.

Dari Titik Terendah ke Performa Puncak

Babak pertama menjadi momen sulit bagi Salah. Penalti yang ia eksekusi terlalu lemah dan mudah diamankan oleh Ugurcan Cakir.

Situasi itu bisa saja memengaruhi kepercayaan diri pemain lain. Namun, Salah menunjukkan karakter berbeda.

Ia langsung merespons dengan meningkatkan intensitas permainan. Salah bahkan memaksa kiper lawan melakukan penyelamatan penting tak lama setelah kegagalan tersebut.

Perubahan terlihat jelas di babak kedua. Salah terlibat dalam hampir seluruh proses gol Liverpool.

Kontribusi Nyata dan Mentalitas Elite

Salah berperan dalam gol Liverpool lainnya. Ia menciptakan peluang yang berujung pada gol Hugo Ekitike dan Ryan Gravenberch.

Tidak berhenti di situ, Salah kemudian mencetak gol spektakuler. Ia melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas gawang dari luar kotak penalti.

"Itu banyak berbicara tentang mentalitasnya," kata kata manajer Liverpool, Arne Slot.

"Itu adalah momen sulit [ketika gagal mengeksekusi penalti] tetapi kemudian tampil di babak kedua dengan assist hebat untuk Hugo dan kemudian mencetak gol khasnya dengan masuk ke dalam dan menemukan sudut atas gawang," sambungnya.

Rekor Baru untuk Mohamed Salah

Selain performa di laga ini, Salah juga mencatat rekor penting. Ia menjadi pemain Afrika pertama yang mencetak 50 gol di Liga Champions serta mencatatkan lebih dari 200 kontribusi gol untuk Liverpool di Anfield.

Meski sempat meminta ditarik keluar karena masalah fisik, penampilannya menjadi bukti kualitasnya. Salah tetap menjadi senjata utama Liverpool, terutama jelang duel krusial melawan PSG di perempat final.

"Itu menunjukkan banyak hal tentang kekuatan mentalnya, jadi pujian untuk dia dan seluruh tim karena kesulitan adalah sesuatu yang dapat kita bicarakan dalam musim ini," kata Slot.

Sumber: BBC Sport

Hasil NBA: Doncic Menggila, Lakers Menang Lagi di Kandang Rockets

Read Entire Article
Bisnis | Football |