Mohamed Salah Melempem dan Emosional di Liverpool, Sam Allardyce: Bertingkah Seperti Bayi Besar!

1 week ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Performa Mohamed Salah tengah menjadi sorotan tajam di tengah musim ini. Bintang andalan Liverpool itu tak lagi setajam biasanya di depan gawang lawan.

Paceklik gol yang dialami Salah terasa janggal mengingat reputasinya sebagai mesin gol. Namun dalam beberapa pekan terakhir, sentuhan magisnya di sepertiga akhir lapangan seperti menghilang.

Situasi makin memanas ketika emosinya meledak saat hanya menjadi pemain pengganti pada Desember lalu. Frustrasinya kembali terlihat saat ditarik keluar dalam kemenangan dramatis 1-0 atas Nottingham Forest.

Di tengah penurunan performa itu, kritik keras datang dari mantan pelatih timnas Inggris, Sam Allardyce. Ia menilai Salah perlu bercermin dan berhenti menyalahkan situasi di sekitarnya.

Allardyce: Salah Harus Terima Kenyataan

Allardyce menilai penurunan produktivitas Salah tak bisa lagi dianggap sebagai fase singkat. Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama hingga menjadi perhatian serius.

Dalam 14 pertandingan terakhir di semua kompetisi, Salah hanya mampu mencetak dua gol. Ia bahkan belum mencetak gol di Premier League sejak terakhir kali menjebol gawang Aston Villa pada 1 November.

Padahal, catatan kariernya di Anfield begitu impresif dengan 252 gol dari 429 penampilan. Ia juga merupakan tiga kali peraih PFA Player of the Year dan empat kali menyabet Sepatu Emas.

Berbicara di siniar No Tippy Tappy Football dari BOYLE Sports dan Footy Accumulators, Allardyce menegaskan: “Mohamed Salah perlu menerima kenyataan, duduk, dan memastikan ia mulai mencetak gol. Berhenti menyalahkan Arne Slot ketika itu adalah kesalahanmu sendiri karena tidak mencetak gol dan diganti. Ia tidak boleh kecewa karena diganti ketika ia tidak mencetak gol atau menciptakan peluang," kritiknya, dikutip dari Goal.

Salah Bertingkah Seperti Bayi Besar

Allardyce juga menyoroti bahasa tubuh Salah di lapangan yang dinilainya tidak tepat. Ia melihat adanya tanda-tanda frustrasi berlebihan yang justru merugikan tim.

Menurutnya, jika memang ada masalah, seharusnya dibicarakan secara internal dengan manajer. Ia menyarankan agar Salah tidak menunjukkan ketidaksukaannya di depan publik.

Spekulasi soal masa depan Salah pun mulai bermunculan, termasuk kemungkinan dijual pada musim panas demi mendapatkan biaya transfer. Pertanyaan tentang sikap dan komitmennya terhadap tim pun ikut mencuat.

“Sepertinya ini semacam hambatan mental, karena ini bukan hanya periode sementara lagi, tetapi sepanjang musim. Ini menjadi kekhawatiran bagi Liverpool dan baginya. Ia perlu berhenti menunjukkan ketidaksukaannya terhadap situasi di lapangan," serunya.

"Pergi dan ketuk pintu manajer dan bicarakan di sana. Jangan lakukan itu di depan semua orang; ia bertingkah seperti bayi besar," kritik Allardyce.

(Goal)

Xabi Alonso Suatu Saat Nanti Pasti Balik ke Real Madrid

Read Entire Article
Bisnis | Football |