Momen Unik Piala Dunia: Drama Maracanazo yang Mengguncang Negeri Samba

2 days ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Sejarah Piala Dunia tidak hanya dihiasi oleh gol-gol indah dan kemenangan heroik, tetapi juga oleh berbagai momen unik dan tak terduga yang menjadi legenda tersendiri. Salah satu kisah paling dramatis dan memiliki dampak luas adalah kemenangan Uruguay di Piala Dunia 1950 yang dikenal sebagai "Maracanazo".

Momen ini bukan hanya sekadar pertandingan, melainkan sebuah pernyataan berani dari tim underdog yang mengguncang dunia sepak bola.

Piala Dunia 1950 di Brasil merupakan edisi yang penuh cerita, dengan tuan rumah Brasil menjadi favorit kuat untuk meraih gelar juara. Mereka datang sebagai juara bertahan Copa America 1949, mencetak 46 gol dalam delapan pertandingan, termasuk kemenangan telak 5-1 atas Uruguay.

Kepercayaan diri Brasil begitu tinggi menjelang pertandingan penentu melawan Uruguay. Surat kabar O Mundo bahkan sudah mencetak edisi awal dengan judul "Brasil Campeao 1950!", dan sebuah lagu perayaan, "Brazil The Victors", telah digubah. Walikota Rio de Janeiro pun telah memberikan pidato yang memuji tim Brasil sebagai juara.

Di sisi lain, Uruguay masuk ke Final Pool setelah mengalahkan Bolivia 8-0 dalam satu-satunya pertandingan grup mereka. Mereka harus berjuang keras untuk meraih hasil imbang melawan Spanyol dan membutuhkan dua gol di 13 menit terakhir untuk membalikkan keadaan saat melawan Swedia.

Drama di Lapangan Maracana

Pertandingan di Stadion Maracana, yang dihadiri sekitar 210.000 penonton, dimulai dengan agresivitas tinggi dari Brasil. Zizinho dan Ademir menciptakan beberapa peluang di menit-menit awal, menunjukkan dominasi mereka.

Pada menit kedua babak kedua, Brasil akhirnya memimpin melalui gol Friaca. Namun, kapten Uruguay, Obdulio Varela, dengan cerdik mengulur waktu setelah gol tersebut, berdebat dengan hakim garis untuk menenangkan suasana stadion yang riuh. Ia mengatakan kepada rekan setimnya, "Biarkan mereka berteriak. Dalam lima menit stadion akan terlihat seperti kuburan, dan kemudian hanya satu suara yang akan terdengar. Suaraku!"

Taktik Varela berhasil. Pada menit ke-66, Uruguay menyamakan kedudukan melalui Juan Alberto Schiaffino setelah umpan dari Alcides Ghiggia. Kemudian, di menit ke-79, Ghiggia sendiri mencetak gol kemenangan yang mengejutkan, menembak ke tiang dekat setelah melewati bek Brasil, Bigode. Stadion Maracana pun seketika menjadi sunyi senyap.

Dampak dan Warisan 'Maracanazo'

Kekalahan Brasil di kandang sendiri bukan hanya sekadar hasil pertandingan: itu adalah tragedi nasional. Dilaporkan terjadi kasus bunuh diri di Rio setelah pertandingan, dan negara Brasil secara keseluruhan merasa bahwa mereka tidak akan pernah memenangkan Piala Dunia.

Ironisnya, media Inggris pada saat itu tidak terlalu menyoroti kemenangan Uruguay. Manchester Guardian dan The Times hanya memuat laporan singkat di halaman belakang, di bawah berita perang Korea, hasil balap kuda, atau rugby. Daily Mirror bahkan menyembunyikan berita "World Soccer Cup" di halaman 12.

Peristiwa "Maracanazo" ini dianggap sebagai momen seismik yang mengubah dunia sepak bola selamanya. Kemenangan Uruguay, yang dipimpin oleh Obdulio Varela dan diperkuat oleh pemain seperti Juan Alberto Schiaffino serta Alcides Ghiggia, menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

10 Transfer Terburuk Inter Milan: Dari Harapan Besar Jadi Kegagalan Besar

Read Entire Article
Bisnis | Football |