Nicolo Barella Akui Keunggulan Bodo/Glimt, Inter Kini Fokus Scudetto

1 week ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Nicolo Barella mengakui Inter Milan gagal memenuhi target di Liga Champions setelah tersingkir dari Bodo/Glimt. Gelandang Nerazzurri itu menilai lawannya memang pantas melaju ke babak 16 besar.

Inter tidak mampu membalikkan keadaan setelah kalah 1-2 dari Bodo/Glimt di Giuseppe Meazza, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. Meski menguasai permainan dan menciptakan peluang, Inter kesulitan mencetak gol.

Gol Jens Petter Hauge dan Hakon Evjen membuat Inter semakin tertekan sebelum akhirnya hanya mampu membalas lewat Alessandro Bastoni. Kekalahan tersebut memastikan perjalanan Inter di kompetisi Eropa musim ini berakhir.

Meski gagal di Eropa, Inter masih memiliki peluang besar meraih gelar domestik musim ini. Barella menegaskan sejak awal musim timnya memang menargetkan Scudetto.

Bodo/Glimt Memang Layak Lolos

Inter sempat berharap mampu membalikkan kekalahan leg pertama di kandang sendiri. Namun sejumlah kesalahan dan kegagalan memanfaatkan peluang membuat mereka gagal mengubah keadaan.

Barella mengakui Inter kesulitan membongkar pertahanan lawan. Ia menilai hasil akhir mencerminkan performa kedua tim sepanjang dua leg pertandingan.

"Kami kebobolan karena kesalahan individu, hal seperti itu bisa terjadi dalam sepak bola. Hal yang paling sulit adalah memecah kebuntuan dan kami tidak berhasil melakukannya," kata Barella kepada Sky Sport Italia.

"Bodo pantas mendapat ucapan selamat karena mereka mengalahkan kami di kandang dan tandang, jadi jelas mereka layak lolos," kata Barella.

Kampanye Eropa yang Mengecewakan

Inter sebelumnya menjadi wakil Italia yang konsisten di kompetisi Eropa dalam beberapa musim terakhir. Mereka bahkan sempat mencapai final Liga Champions dua kali pada era pelatih sebelumnya.

Namun musim ini perjalanan mereka terhenti lebih cepat dibandingkan beberapa tahun terakhir. Kegagalan tersebut juga mengakhiri kiprah Inter di kompetisi Eropa musim ini.

"Ada kekecewaan karena kami tidak pernah menyembunyikan keinginan untuk bersaing di setiap turnamen. Kami sudah mencoba, mereka lebih baik, dan inilah perbedaannya ketika Anda gagal lolos," tutur Barella.

"Perbedaannya bisa terjadi karena satu poin ketika penalti diberikan pada menit ke-90. Tanpa itu, kami bisa menghindari dua pertandingan tambahan dan perjalanan ke Norwegia, tetapi inilah format Liga Champions yang baru," imbuh Barella.

Fokus ke Kompetisi Domestik

Inter kini harus mengalihkan perhatian ke kompetisi domestik setelah tersingkir dari Liga Champions. Mereka masih memimpin klasemen Liga Italia dan juga bersaing di ajang Coppa Italia.

Tim berharap bisa menutup musim dengan trofi setelah kegagalan di Eropa. Barella menegaskan Inter tetap berambisi tampil maksimal di semua kompetisi.

"Kami selalu berpikir untuk melangkah sejauh mungkin di setiap kompetisi, sesuatu yang kurang lebih sudah kami lakukan secara konsisten selama beberapa tahun terakhir," jelas Barella.

"Terakhir kali kami tersingkir oleh Atletico Madrid dan kemudian memenangkan Scudetto. Kali ini kami tersingkir oleh Bodo dan unggul 10 poin, target kami adalah Scudetto sejak awal musim," pungkas Barella.

Sumber: Football Italia

Persaingan Sengit di Liga Champions

Inter Milan Tersingkir dari Liga Champions, Del Piero: Bodo/Glimt Luar Biasa, Nerazzurri Pasif!

Read Entire Article
Bisnis | Football |