Liputan6.com, Jakarta - Dunia pacuan kuda di Indonesia mulai bergerak menuju ekosistem yang lebih inklusif. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah keterlibatan perempuan, yang dinilai memiliki peluang besar untuk mengambil berbagai peran di olahraga tersebut.
Upaya mendorong keterlibatan perempuan itu menjadi bagian dari perhatian SARGA.co atau PT Kuda Pacu Indonesia. Promotor pacuan kuda profesional tersebut tidak hanya berupaya memodernisasi olahraga pacuan kuda, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkontribusi.
Atas komitmen tersebut, SARGA.co menerima The Sraya Recognition kategori Social Impact dalam rangkaian Apresiasi Perempuan Berpengaruh (APB) 2026.
Head of Corporate Communication SARGA.co, Esther D Ginting, mengatakan SARGA.co hadir bukan sekadar untuk menggelar kompetisi pacuan kuda. Pihaknya juga ingin membawa olahraga tersebut lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih modern.
"Sarga.co itu adalah promotor pacuan kuda, profesional pertama dan satu-satunya di Indonesia. Jadi melalui Sarga.co kami mencoba memodernisasi paksuan kuda sehingga bisa menjadi, bisa memberikan pengalaman baru kepada publik dalam menikmati paksuan kuda di Indonesia," ujar Esther.
Menurut Esther, pacuan kuda selama ini masih memiliki citra sebagai olahraga yang eksklusif dan belum banyak dikenal masyarakat luas. Karena itu, SARGA.co berupaya membuka akses sehingga olahraga tersebut dapat dinikmati oleh lebih banyak kalangan.
"Jadi mungkin dulu pacuan kuda tertutup gitu ya, nggak ada yang tau paksuan kuda, oh ada ya Indonesia punya paksuan kuda gitu ya. Nah dengan kami menjadi promotor pacuan kuda, itu kami membuka sehingga juga publik itu bisa lebih tahu ya tentang paksuan kuda," katanya.
Perempuan Punya Ruang Besar di Lintasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347503/original/054054100_1789346302-TSR-_SARGA1200.jpg)
Perbesar
Esther menilai pacuan kuda memiliki keunikan dalam hal keterlibatan perempuan. Salah satunya terlihat dari kompetisi di lintasan yang tidak memisahkan joki berdasarkan jenis kelamin.
Joki perempuan dan laki-laki dapat bertanding dalam lintasan dan kelas yang sama. Hal serupa juga berlaku pada kuda yang digunakan dalam kompetisi, karena kuda jantan dan betina tidak dipisahkan berdasarkan jenis kelamin.
"Jadi pacuan kuda itu mungkin bisa dibilang olahraga, mungkin satu-satunya olahraga yang inklusifitas perempuan itu sangat besar di situ," tutur Esther.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
"Kenapa? Karena di paksuan kuda, kuda betina dan kuda jantan itu nggak dipisahin kelasnya. Joki perempuan dan joki laki-laki itu nggak dipisahin kelasnya. Mereka itu bertanding dalam satu lintasan, dalam satu kelas gitu ya." Menurut Esther, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan untuk berkompetisi secara berdampingan di olahraga pacuan kuda. "Jadi apa istilahnya, side by side perempuan sama laki-laki. Kalau di olahraga lain kan barangkali ada perempuan sendiri, laki-laki sendiri. Jadi kuda jantan bertanding dengan perempuan, joki laki-laki dengan joki perempuan gitu," ucapnya. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat persepsi di masyarakat bahwa pacuan kuda identik dengan dunia laki-laki. Padahal, menurutnya, peluang perempuan untuk terlibat dalam olahraga tersebut sangat terbuka. "Jadi inklusifitas perempuan itu sebenarnya tinggi sekali. Hanya mungkin memang sekarang ini persepsinya, persepsinya mungkin wah ini laki-laki, padahal sebenarnya nggak. Di sini justru inklusifitas perempuan itu tinggi sekali," jelas Esther.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483314/original/065158900_1769373256-AP26025609548736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347477/original/024647900_1789332527-AP26256716135583Sassuolo_Juventus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519991/original/032264900_1772603421-barcelona_atletico_madrid-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347445/original/042657600_1789313220-000_C87D2V6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347475/original/056071200_1789326197-000_C87R4T6-erling_haaland.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347484/original/052975700_1789338155-20260913_200540.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347464/original/026610400_1789317924-AP26256576594842.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347458/original/063275900_1789317752-MILO_ACTIV_Indonesia_Race_2026_Jakarta_International_10K__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477500/original/061564400_1768830780-rayan_cherki_patrick_dorgu_man_united_man_city_ap_dave_thompson.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465166/original/077156300_1767760710-sassuolo_vs_Juventus-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331307/original/042115200_1787537754-Barcelona_s_Raphinha_and_Karim_Adeyemi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539951/original/027512100_1774670734-marc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346985/original/030394300_1789231931-000_C84E8DX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314647/original/077064900_1785756647-Persebaya_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341283/original/053626100_1788596695-20260905_132208.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475863/original/070391800_1768665478-000_932N3TW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)





























