Parma vs Juventus: Efek Manis Sentuhan Luciano Spalletti

3 days ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Juventus melawat ke markas Parma dalam lanjutan Liga Italia 2025/2026, Senin (2/2/2026) pukul 02.45 WIB. Pertandingan Parma vs Juventus ini bukan hanya sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi cerminan ambisi masing-masing tim di Serie A musim ini. 

Tim yamu membawa bekal kemenangan penting atas juara bertahan liga akhir pekan lalu. Tim berjuluk Bianconeri ini sedang dalam performa terbaiknya dan bertekad melanjutkan tren positif mereka di kompetisi domestik.

Di sisi lain, Parma menghadapi tantangan besar untuk menjamu tim sekuat Juventus. Klub berjuluk Gialloblu ini tengah berjuang keras untuk menjauh dari zona degradasi, dengan performa yang kurang konsisten sepanjang musim. Mereka harus menemukan cara untuk membendung serangan Juventus dan memanfaatkan setiap peluang demi meraih poin penting di kandang sendiri.

Performa Gemilang Juventus di Serie A

Juventus menunjukkan performa yang sangat mengesankan di Serie A musim ini, terutama setelah kedatangan Luciano Spalletti di Turin. Mereka berhasil mengalahkan Napoli dengan skor telak 3-0 pada pertandingan terakhir, sebuah kemenangan yang mengukuhkan posisi mereka di papan atas klasemen.

Secara statistik, Juventus adalah salah satu tim dengan pertahanan terbaik di liga. Sejak Spalletti mengambil alih, tidak ada tim yang kebobolan lebih sedikit gol di Serie A, dengan hanya delapan gol dari 13 pertandingan.

Selain itu, mereka juga memiliki lini serang yang cukup produktif, menempati peringkat ketiga terbaik di liga dengan 23 gol selama periode yang sama. Konsistensi ini menjadi modal penting bagi Juventus dalam menghadapi jadwal padat, termasuk play-off Liga Champions melawan Galatasaray.

Rentetan hasil positif ini menunjukkan kebangkitan Juventus di kancah domestik. Mereka kini unggul lima poin dari total perolehan mereka pada tahap yang sama musim lalu, menandakan peningkatan signifikan dalam performa tim.

Perjuangan Berat Parma di Zona Degradasi

Berbeda dengan Juventus, Parma sedang mengalami musim yang sulit. Mereka saat ini menjadi pencetak gol terendah kedua di Serie A dan berada di antara beberapa tim yang mengumpulkan 23 poin, hanya enam poin di atas zona degradasi. Situasi ini menempatkan Parma dalam tekanan besar untuk meraih hasil positif di setiap pertandingan, terutama saat bermain di kandang.

Performa terbaru Parma juga kurang memuaskan. Mereka baru saja menelan kekalahan telak 4-0 dari Atalanta, yang berarti mereka gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir mereka. Sebelumnya, Gialloblu hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Napoli dan Genoa. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa Parma kesulitan menemukan ketajaman di lini depan dan kerapuhan di lini belakang. Ketergantungan Parma pada pencetak gol terbanyak mereka, Mateo Pellegrino, sangat terlihat. Pellegrino telah mencetak 43 persen dari total gol Serie A tim, atau enam dari 14 gol. Namun, Parma juga gagal menjadikan Stadio Tardini sebagai benteng yang kokoh, dengan hanya dua kemenangan dari 11 pertandingan liga di kandang musim ini. 

Read Entire Article
Bisnis | Football |