Pelatih Portugal Nilai Bruno Fernandes Kurang Mendapat Apresiasi di Manchester United

1 week ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Roberto Martinez menilai kritik yang diarahkan kepada Bruno Fernandes di Manchester United tidak adil. Pelatih Timnas Portugal itu menegaskan kontribusi sang kapten kerap kurang dihargai.

Fernandes, 31 tahun, memimpin upaya Setan Merah menembus empat besar sejak Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih interim. Penampilannya dinilai menunjukkan betapa pentingnya ia bagi tim.

Gelandang tersebut sempat mengakui hampir pindah ke Arab Saudi. Kini masa depannya masih belum pasti karena kontraknya menyisakan 18 bulan di Old Trafford.

Meski telah mencatatkan 104 gol dan 99 assist dalam 316 penampilan, Fernandes tetap menjadi sasaran kritik. Martinez yang akan menanganinya di Piala Dunia musim panas ini menilai banyak kritik itu tidak berdasar.

Fernandes Dinilai Sangat Tidak Adil

Martinez menegaskan penilaian terhadap Fernandes kerap tidak objektif. Ia menilai menjadi kapten Manchester United dalam beberapa tahun terakhir bukan tugas mudah.

Menurutnya, tekanan yang dihadapi Fernandes sangat besar di berbagai level. Namun sang pemain tetap menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pemimpin.

"Saya pikir dia dinilai sangat tidak adil. Jika kita objektif, menjadi kapten Manchester United dalam tiga atau empat tahun terakhir pasti sangat sulit di setiap level," ujar Martinez.

"Yang saya hargai darinya adalah dia tidak pernah bersembunyi. Saya tidak akan menilai apakah dia membuat umpan yang tepat atau eksekusi yang tepat, tetapi apa pun yang terjadi, dalam setiap situasi, dia selalu kembali dan bertanggung jawab," kata Martinez.

Fernandes Pemimpin dan Sangat Emosional

Martinez menyebut Fernandes sebagai sosok pemimpin yang emosional. Namun ia menilai emosi itu ditunjukkan dengan cara yang tetap dihormati rekan setimnya.

Ia juga menilai reaksi emosional Fernandes memberi dampak bagi tim. Ada pesan yang ingin disampaikan ketika sang kapten menunjukkan kekecewaan.

"Dia adalah sosok pemimpin. Dia sangat emosional, tetapi dengan cara yang sangat dihormati oleh rekan setimnya. Ketika rekan setimnya melihat Bruno kesal, mereka bereaksi. Mereka tahu itu memiliki arti," ucap Martinez.

"Bukan seperti pemain yang emosional hanya karena emosi semata. Menurut saya di situlah perbedaannya dengan emosi yang lain," tutur Martinez.

Menjawab pertanyaan Gary Neville, Martinez menilai emosi Fernandes selalu memiliki tujuan. Ia membedakan antara emosi yang lahir dari tanggung jawab dan emosi yang sekadar pelampiasan. Martinez juga menyoroti konsistensi dan ketahanan fisik Fernandes. Musim lalu, ia menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak di Eropa. "Emosi ini selalu ada alasannya. Ada pemain yang emosional karena itu cara mereka mengatasinya, tetapi itu berbeda. Ketika Bruno bereaksi secara emosional, itu karena ada sesuatu yang tidak benar dan itu seperti pesan bagi seseorang," tutur Martinez. "Dia menjaga setiap pemain dan tidak akan pernah mengecewakan siapa pun. Jika Anda menjadi kapten Manchester United dalam periode sulit dan selalu tersedia di setiap pertandingan, itu tidak mudah. Saya pikir itulah yang telah dilakukan Bruno," jelas Martinez. Musim ini Fernandes mencatatkan enam gol dan 13 assist dari 26 pertandingan di semua kompetisi. Catatan itu terbilang impresif mengingat ia sempat bermain lebih dalam pada dua pertiga awal musim di bawah Ruben Amorim, sebelum kembali tampil penuh sejak Carrick mengambil alih dengan torehan empat assist dan satu gol. Sumber: Mirror

Read Entire Article
Bisnis | Football |