Persija Jakarta dan I.League Kembali Gelar Donor Darah, Upaya Ajak Suporter jadi Agen Kemanusiaan

4 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Persija Jakarta bersama dengan I.League kembali mengadakan donor darah dalam pertandingan kandang lanjutan BRI Super League 2025/2026. Kegiatan ini digelar sebagai upaya menjadikan supirter sebagai agen kemanusiaan.

Kegiatan donor darah kali ini digelar bertepatan dengan pertandingan pekan ke-30 BRI Super League 2025/2025 antara Persija Jakarta vs Persis Solo. Aksi sosial itu diadakan di ringroad Stadion Utama Gelora Bung Karno, Zona 2B pada Senin (27/4) sore.

Ini merupakan kegiatan kedua yang diadakan oleh I.League dan Persija Jakarta bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Sebelumnya aksi serupa juga digelar saat laga Macan Kemayoran melawan Persebaya Surabaya pada 11 April lalu.

"Ya ini berkelanjutan ya. Jadi donor darahnya insyaallah kalau yang untuk musim ini I.League kerja sama dengan Persija sampai tanggal 23 Mei," ujar Budiman Dalimunthe selaku Fans Engagement I.League.

Bakal Jadi Kegiatan Sosial Rutin di Liga Indonesia

Budiman menambahkan, penyelenggaraan donor darah bersama Persija ini disiapkan sebagai langkah awal I.League dalam merutinkan aksi sosial tersebut. Operator kompetisi berharap pada musim depan kegiatan ini bisa digelar di klub-klub lain, baik BRI Super League maupun Championship.

"Karena ini trial, mudah-mudahan nanti kita akan kerja sama dengan PMI untuk donor darah ini dilaksanakan di beberapa klub, baik BRI Super League maupun Championship," jelas Budiman.

"Nah, karena dalam upaya untuk trial biar kita juga dapat flow-nya seperti apa, mekanismenya seperti apa, sehingga nanti kalau dikerjakan, dilaksanakan di seluruh Indonesia itu akan lebih mudah gitu, jadi lebih smooth dan lebih pasti gitu," sambungnya.

Satu Darah, Darah Indonesia

Aksi donor darah dengan slogan 'Satu Darah, Darah Indonesia' ini dijelaskan Budiman bertujuan agar suporter ikut serta dan aktif dalam aksi solidaritas sosial. I.League berharap penggemar seluruh klub di Indonesia dapat berkontribusi tanpa memandang identitas mereka.

"Kita kan tidak pernah tahu darah ini nanti misalnya ini dari Jakarta, apakah yang menggunakan dari Bandung, dari Surabaya, atau dari mana, atau ke seluruh Indonesia kan bisa sebaliknya gitu," terang Budiman. 

"Karena darah kita pasti, warna kostumnya boleh berbeda, darahnya pasti warna merah. Dan ini darah kita sama-sama suporter adalah orang Indonesia. Satu Darah, Darah Indonesia," tambahnya.

Suporter Jadi Agen Kemanusiaan

Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) menilai donor darah Persija ini sebagai langkah gotong royong kemanusiaan. PMI juga ingin mengubah persepsi mengenai suporter, bahwa mereka kini bukan lagi hanya jadi objek dalam sebuah pertandingan, tapi juga jadi agen kemanusiaan.

"Selama ini kan suporter dianggap sebagai objek ya dalam pertandingan. Nah hari ini kita jadikan mereka sebagai agen lah, atau subjek dalam kemanusiaan, di mana mereka tentu saja, menjadi agen kemanusiaan," kata Ramdansyah Bakir, Sekretaris PMI Jakarta Utara.

"Sehingga kemudian gotong royong kemanusiaan itu bisa dilakukan oleh suporter. Karena darah itu tidak mengenal apa, jenis kelamin, tidak mengenal kemudian apa namanya suku bangsa, maupun dia suporter siapa. Jadi ketika dia berdonor, maka darah itu buat siapa saja," jelasnya.

Michael Carrick Minta Manchester United Tak Berlebihan Rayakan Tiket Liga Champions

Read Entire Article
Bisnis | Football |