Pesan Prabowo ke Bos Pertamina, Jangan Ada Korupsi dan Manipulasi Harga BBM!

3 weeks ago 32

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyampaikan pesan kepada Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, dalam peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan.

Prabowo meminta agar Dirut Pertamina mampu memegang komitmen untuk membersihkan PT Pertamina (Persero) dari praktik korupsi dan tata kelola yang menyimpang.

"Saya bertekad untuk membersihkan Pertamina. Saya angkat saudara Simon Aloysius dengan beberapa anak-anak muda. Dan saya beri tugas, jangan korupsi, jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini. Direktur utama Pertamina sangat strategis," kata Prabowo di Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa posisi Direktur Utama Pertamina sangat krusial karena mengelola perusahaan dengan nilai aset mencapai sekitar USD 100 miliar. Dengan besarnya skala bisnis dan kewenangan yang dimiliki, menurutnya godaan penyimpangan akan selalu ada dan hanya bisa dilawan dengan integritas kepemimpinan.

"Anda (Dirut Pertamina) bertanggung jawab atas sebuah perusahaan USD 100 miliar. Godaan akan banyak. Tapi saudara harus teguh dengan semua jajarannya," ujarnya.

Presiden juga menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya energi nasional harus sepenuhnya diarahkan untuk kepentingan rakyat. Pemerintahan yang bersih dan manajemen yang amanah, kata Prabowo, menjadi syarat mutlak agar kekayaan bangsa tidak disalahgunakan oleh segelintir pihak.

Tegas Perangi Korupsi dan Praktik Markup

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo secara terbuka memerintahkan agar tidak ada ruang bagi praktik korupsi, termasuk manipulasi harga atau markup. Ia menyebut markup sebagai bentuk penipuan dan pencurian yang merugikan negara serta mencederai kepercayaan publik.

Prabowo mengingatkan bahwa di era teknologi saat ini, praktik-praktik lama semacam itu akan mudah terdeteksi. Karena itu, pejabat yang masih berniat menjalankan cara-cara usang dinilainya sangat keliru dan tidak sejalan dengan tuntutan zaman.

"Praktik-praktik markup penipuan. Markup itu adalah penipuan dan pencurian. Mencuri di siang bolong. Dan sekarang teknologi, sekarang ada. Sehingga cepat ketahuan kalau markup," tegasnya.

Peran Pemimpin sebagai Teladan

Presiden Prabowo menyatakan telah memberikan kewenangan seluas-luasnya kepada Direktur Utama Pertamina, yakni Simon Aloysius, untuk menata jajaran manajemen. Pejabat yang dinilai tidak bekerja dengan baik diminta segera dicopot tanpa ragu, demi kepentingan bangsa dan rakyat.

Ia juga mendorong regenerasi kepemimpinan dengan melibatkan anak-anak muda yang dinilai memiliki kapasitas dan integritas. Menurutnya, banyak talenta hebat yang siap mengabdi apabila diberi kesempatan dan kepercayaan.

"Saya kasih wewenang seluas-luasnya. Siapa yang anda nilai tidak bagus, pecat. Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat harus tega. Gak ada itu. Banyak anak muda yang hebat-hebat. Cari. Saudara, ini tekad kita semua," pungkasnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |