PM India Modi Tawarkan Bantuan ke Myanmar usai Gempa 7,7 M

3 days ago 7

CNN Indonesia

Jumat, 28 Mar 2025 16:31 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa India siap menawarkan bantuan kepada Myanmar dan Thailand untuk penanganan kerusakan gempa bumi skala 7,7 M yang terjadi Jumat (28/3) siang. 

"(Saya) mengkhawatirkan situasi pasca-gempa di Myanmar dan Thailand. Berdoa untuk keselamatan dan kesejahteraan semua orang. India siap memberikan semua bantuan yang memungkinkan," kata Modi lewat platform sosial media X (dulu Twitter). 

"Terkait hal ini, kami meminta pejabat kami untuk bersiaga. Kami juga meminta MEA (Kementerian Luar Negeri) untuk tetap berhubungan dengan Pemerintah Myanmar dan Thailand," katanya lagi. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gempa bumi berkekuatan 7,7 M mengguncang Myanmar dan Thailand pada Jumat (28/3). Gempa itu berdampak ke berbagai daerah di kedua negara, bahkan getarannya terasa hingga China.

Berdasarkan Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ), gempa terjadi pada kedalaman 10 km (6,21 mil) dengan episentrum di dekat kota Mandalay di Myanmar.

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra kemudian mendeklarasikan status darurat di Bangkok akibat gempa tersebut.

Di Bangkok, gempa merobohkan bangunan pencakar langit yang tengah dalam fase konstruksi. Hingga berita diturunkan, berdasarkan laporan CNN, satu orang tewas karena gedung roboh tersebut sementara 50 lainnya luka-luka.

Di Myanmar, getaran gempa juga merusak berbagai fasilitas publik vital. 

Diberitakan Myanmar Now, saksi melaporkan Istana Mandalay yang bersejarah mengalami kerusakan parah akibat gempa berkekuatan tinggi tersebut. Istana yang menjadi kediaman raja terakhir Burma tersebut terletak di Mandalay.

Kerusakan juga menimpa jembatan di kota Sagaing. Bahkan, jembatan itu dilaporkan runtuh total akibat gempa dahsyat tersebut.

Belum diketahui pasti jumlah korban di Myanmar, tapi berdasarkan laporan pandangan mata AFP, rumah sakit berkapasitas 1.000 tempat tidur di ibu kota Naypidaw telah kesulitan menangani korban luka. Sebagian dari antara korban juga dirawat di luar rumah sakit.  

(vws)

Read Entire Article
Bisnis | Football |