Posisi Wonderkid Real Madrid Belum Aman di Tengah Persaingan Ketat

2 days ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Wonderkid Real Madrid Franco Mastantuono yang baru bergabung pada musim panas 2025, kini berada di persimpangan jalan. Meskipun manajer Alvaro Arbeloa telah menunjukkan kepercayaan besar kepadanya, posisi sang gelandang muda asal Argentina tersebut di tim utama tidak sepenuhnya terjamin. Penampilan inkonsisten, terutama dalam laga krusial Liga Champions, menjadi sorotan utama.

Kondisi ini muncul setelah Mastantuono menunjukkan performa yang kurang meyakinkan dalam pertandingan Liga Champions melawan SL Benfica, di mana Real Madrid harus menelan kekalahan 2-4. Hasil tersebut tidak hanya menggoyahkan posisinya, tetapi juga menambah tekanan pada Alvaro Arbeloa yang baru dua minggu menempati kursi manajer Los Blancos. Kepercayaan Alvaro Arbeloa tak menjamin posisi wonderkid Real Madrid aman secara mutlak.

Pemain berusia 17 tahun ini, yang akan genap 18 tahun pada Agustus 2025, didatangkan dari River Plate dengan mahar fantastis €45 juta. Awalnya, ia digadang-gadang sebagai bintang masa depan dan sempat mendapatkan menit bermain signifikan di bawah pelatih Xabi Alonso, sebelum akhirnya mengalami penurunan performa dan kebangkitan di bawah kepemimpinan Arbeloa.

Kebangkitan di Bawah Arahan Arbeloa

Alvaro Arbeloa mengambil alih kemudi Real Madrid pada pertengahan Januari 2026, membawa angin segar bagi beberapa pemain, termasuk Franco Mastantuono. Di bawah asuhan Arbeloa, Mastantuono menemukan kembali kepercayaan dirinya dan bermain dengan lebih bebas. Ini adalah periode penting bagi sang wonderkid untuk menunjukkan potensinya.

Sebelum Arbeloa datang, Mastantuono sempat mengalami masa sulit di bawah Xabi Alonso, terutama setelah cedera pubalgia dan kembalinya Jude Bellingham. Dalam 10 pertandingan terakhir di era Alonso, ia hanya sekali tampil sebagai starter, yakni di ajang Copa del Rey. Kepercayaan Alvaro Arbeloa tak menjamin posisi wonderkid Real Madrid aman, namun setidaknya memberikan kesempatan.

Ujian Berat di Liga Champions dan Persaingan Sengit

Meskipun Arbeloa memberikan kepercayaan penuh, penampilan Mastantuono dalam pertandingan Liga Champions melawan SL Benfica menjadi titik balik yang mengkhawatirkan. Dalam kekalahan 2-4 tersebut, Mastantuono gagal menunjukkan kontribusi signifikan. Ia tidak melepaskan tembakan sama sekali dan tidak menciptakan peluang berbahaya bagi timnya.

Statistik menunjukkan bahwa dari lima percobaan dribelnya, hanya satu yang berhasil diselesaikan, menandakan kesulitan dalam menembus pertahanan lawan. Penampilan ini jauh di bawah ekspektasi dan menunjukkan bahwa inkonsistensi masih menjadi masalah besar bagi pemain muda tersebut. Ini menyoroti mengapa kepercayaan Alvaro Arbeloa tak menjamin posisi wonderkid Real Madrid aman sepenuhnya.

Selain masalah inkonsistensi, persaingan di posisi sayap kanan Real Madrid sangat ketat. Ada lima pemain yang memperebutkan satu tempat, termasuk Mastantuono sendiri, Rodrygo, Brahim Diaz, Gonzalo Garcia, dan Fede Valverde. Kondisi ini membuat setiap pertandingan menjadi ajang pembuktian diri yang krusial. Mastantuono telah menjadi starter dalam 14 pertandingan, namun hanya sekali bermain penuh selama 90 menit. Fakta ini mengindikasikan bahwa ia masih kesulitan untuk mempertahankan performa puncak sepanjang pertandingan, yang menjadi tantangan besar untuk mengunci tempat di starting XI Real Madrid.

Read Entire Article
Bisnis | Football |