PSG Vs Bayern: Drama 9 Gol yang tak Terduga di Liga Champions

6 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Laga leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 antara PSG dan Bayern Munchen di Parc des Princes, Rabu 29 April 2026 dini hari WIB, benar-benar menghadirkan tontonan luar biasa. Duel dua raksasa Eropa ini berakhir dengan skor mencengangkan 5-4 untuk kemenangan tuan rumah.

Sejak menit awal, pertandingan langsung berjalan dalam tempo tinggi dengan jual beli serangan yang tak terhindarkan. Bayern sempat unggul lebih dulu, tetapi PSG mampu membalikkan keadaan dalam duel penuh drama.

Total sembilan gol tercipta dalam laga ini, menyamai rekor pertandingan dengan skor tertinggi di fase Liga Champions. Intensitas tinggi dan kesalahan kecil menjadi faktor yang membuat skor terus berubah sepanjang pertandingan.

Gelandang Bayern, Joshua Kimmich, pun tak bisa menyembunyikan keterkejutannya melihat jalannya laga. Ia mengakui pertandingan berlangsung jauh lebih terbuka dari yang ia bayangkan sebelumnya.

Duel Terbuka yang tak Terduga

Pertandingan ini sejak awal memang diprediksi akan berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama memiliki gaya bermain menyerang. Namun, apa yang terjadi di lapangan justru melampaui ekspektasi banyak pihak.

Bayern membuka keunggulan lewat penalti Harry Kane pada menit ke-17 sebelum PSG merespons cepat melalui Khvicha Kvaratskhelia. Setelah itu, João Neves membawa PSG berbalik unggul, sebelum Michael Olise menyamakan skor menjadi 2-2.

Jelang turun minum, Ousmane Dembele mencetak gol penalti yang membuat PSG unggul 3-2. Memasuki babak kedua, intensitas tidak menurun, bahkan semakin liar dengan tambahan gol demi gol dari kedua tim.

Kimmich mengaku terkejut melihat pertandingan berjalan begitu terbuka dan penuh peluang bagi kedua tim. “Saya rasa sudah bisa diprediksi bahwa pertandingan akan berlangsung seru, tetapi saya tidak menyangka akan begitu terbuka,” ungkapnya di laman resmi Bayern.

Hasil Aneh yang Sulit Diterima Kimmich

PSG sempat menjauh dengan keunggulan 5-2 melalui gol kedua Kvaratskhelia dan tambahan dari Dembele. Namun, Bayern menunjukkan mentalitas kuat dengan mencetak dua gol balasan lewat Dayot Upamecano dan Luis Diaz.

Kebangkitan tersebut membuat Bayern kembali memiliki harapan menjelang akhir laga. Mereka bahkan menekan PSG yang terlihat mulai kelelahan dan bertahan mati-matian.

Meski kalah tipis, performa Bayern dinilai cukup impresif terutama di fase awal pertandingan. Namun, kesalahan dalam membangun serangan menjadi titik balik yang dimanfaatkan dengan baik oleh PSG. Kimmich pun mengakui hasil pertandingan terasa janggal sekaligus mengecewakan bagi timnya. “Rasanya aneh setelah pertandingan karena kami kalah – dengan selisih satu gol,. Kami sempat tertinggal tiga gol, kemudian bangkit dan merasa seharusnya bisa menyamakan kedudukan. Terutama di akhir pertandingan, Paris tampak kelelahan, mereka mengalami kram dan hanya mengulur waktu. Kami tentu merasa memiliki peluang. Jujur saja, saya rasa kami bermain sangat bagus di awal, 15, 20 menit pertama. Kami perlu mencetak gol kedua. Kemudian kami membiarkan Paris masuk ke dalam permainan melalui kesalahan dalam membangun serangan, dan setelah itu mereka bermain lebih baik,” akunya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |