Rasa Bangga Atalanta Meskipun Kalah 10-2 dari Bayern: Pelajaran Mahal untuk Tim Italia

7 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Atalanta harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions 2025/2026 dengan hasil pahit. La Dea tersingkir di babak 16 Besar usai kalah agregat telak 10-2 dari Bayern Munchen.

Kekalahan ini menjadi salah satu yang paling mencolok di fase gugur musim ini. Bayern tampil dominan dalam dua leg dan menunjukkan kualitas sebagai kandidat kuat juara.

Namun, di balik hasil buruk tersebut, Atalanta justru menunjukkan sikap berbeda. Mereka tidak hanya melihat skor, tetapi juga proses dan pengalaman yang didapat.

Hal ini ditegaskan oleh gelandang senior mereka, Marten de Roon. Ia menilai laga melawan Bayern menjadi pelajaran berharga bagi timnya.

Kebanggaan di Tengah Kekalahan Telak

Marten de Roon tetap menunjukkan rasa bangga. Ia menyoroti dukungan suporter yang hadir langsung di Munich.

“Terima kasih kepada para penggemar yang datang ke sini untuk mendukung kami, dan untungnya kami juga berhasil mencetak gol di sini,” kata De Roon kepada Amazon Prime Video Italia.

Selain itu, laga ini juga spesial bagi De Roon secara pribadi. Ia mencatat penampilan ke-435 bersama Atalanta, menyamai rekor klub.

“Ini adalah pencapaian yang luar biasa, 435 pertandingan adalah jumlah yang banyak, tetapi saya tidak ingin berhenti di sini, saya ingin terus maju. Merupakan suatu kehormatan telah bermain begitu banyak kali untuk Atalanta.”

Mengakui Kualitas Bayern Munchen

Atalanta tidak menutup mata terhadap perbedaan kualitas. De Roon secara terbuka mengakui keunggulan Bayern.

“Kami memiliki banyak hal untuk dipelajari dari tim ini. Kami mencoba menekan mereka di kandang dan itu tidak berhasil, jadi hari ini kami bermain lebih bertahan, dan mereka masih mencetak empat gol," kata De Roon.

Pengakuan ini mencerminkan realitas di lapangan. Bayern tetap mampu mencetak gol dalam berbagai situasi permainan.

“Kami bermain melawan lawan yang benar-benar luar biasa, kami telah belajar dari ini dan harus segera bangkit kembali di Serie A.”

Kritik untuk Sepak Bola Italia

Kekalahan ini juga memicu refleksi lebih luas. De Roon menilai klub-klub Italia perlu berbenah.

“Tim-tim Italia memiliki banyak hal untuk dipelajari dari tim-tim ini, dalam pergerakan dan kecepatan mereka.”

Ia menyoroti perbedaan gaya bermain. Menurutnya, sepak bola Italia masih terlalu kaku secara taktik.

"Kami terlalu statis, terlalu taktis, dan bahkan wasit di Eropa membiarkan permainan mengalir jauh lebih baik tanpa berhenti dan memulai terus-menerus,” jelas De Roon.

Fokus Baru Atalanta Setelah Tersingkir

Kegagalan di Liga Champions tidak mengakhiri musim Atalanta. Mereka masih memiliki target penting di kompetisi domestik.

Di Coppa Italia, Atalanta masih bersaing setelah bermain imbang 2-2 melawan Lazio pada leg pertama semifinal.

Selain itu, mereka juga berjuang di Serie A. Posisi di klasemen akan menentukan peluang tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Kekalahan dari Bayern menjadi pukulan keras. Namun, bagi Atalanta, ini juga menjadi titik evaluasi untuk kembali berkembang.

Sumber: Football Italia

Hasil NBA: Doncic Menggila, Lakers Menang Lagi di Kandang Rockets

Read Entire Article
Bisnis | Football |