Real Madrid Butuh Satu Perbaikan untuk Rebut Semua Gelar

4 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid mengawali musim 2026/27 dengan tiga kemenangan beruntun dan tampil agresif dalam menyerang. Jose Mourinho tidak ingin mengurangi kecepatan permainan timnya, tetapi sang pelatih memahami bahwa agresivitas tersebut harus diimbangi kontrol defensif yang lebih baik.

Kemenangan 4-0 atas Malaga menjadi perkembangan penting karena Real Madrid akhirnya mencatat clean sheet pertama musim ini. Los Blancos tetap mampu memberikan ancaman besar di depan gawang sekaligus membatasi lawan hanya mendapatkan satu tembakan tepat sasaran.

Keseimbangan tersebut akan menjadi kunci perjalanan Madrid dalam perebutan La Liga, Liga Champions, dan trofi lainnya. Dengan jadwal yang semakin padat, Mourinho harus menemukan cara agar timnya tetap agresif tanpa membuat pertahanan terlalu mudah dieksploitasi.

Mourinho Tidak Ingin Madrid Kehilangan Agresivitas

Mourinho ingin anak asuhnya tetap aktif ketika menguasai maupun kehilangan bola. Tekanan tinggi, perebutan bola dengan cepat, dan kerja kolektif menjadi bagian penting dari pendekatan yang diterapkan sejak awal masa kepelatihannya.

Setelah unggul 3-0 atas Malaga, Mourinho mengakui para pemainnya “sedikit kehilangan keteraturan”. Namun, ia tetap puas karena timnya mulai mampu “menekan, menggigit, dan merebut kembali bola di area tinggi”.

Catatan pertandingan memperlihatkan adanya kemajuan. Malaga hanya mampu menciptakan satu tembakan tepat sasaran, sedangkan Espanyol dan Real Sociedad sebelumnya masing-masing mampu menghasilkan tiga tembakan tepat sasaran saat menghadapi Madrid.

Masalah Musim Lalu Harus Diperbaiki

Mourinho memiliki alasan kuat untuk memperbaiki pertahanan Madrid sejak dini. Los Blancos kebobolan 64 gol dalam 58 pertandingan musim lalu, angka yang terlalu tinggi bagi tim dengan ambisi meraih gelar domestik dan Eropa.

Pelatih asal Portugal itu tidak perlu mengubah Madrid menjadi tim yang bermain pasif untuk mengatasi masalah tersebut. Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan sejumlah pemain ofensif lainnya membutuhkan kebebasan untuk memaksimalkan kecepatan permainan.

Solusinya adalah menciptakan keseimbangan antara tekanan tinggi dan perlindungan terhadap lini belakang. Jika para pemain mampu merebut bola dengan cepat setelah kehilangan penguasaan, Madrid dapat kembali menyerang sebelum lawan memiliki kesempatan membangun serangan.

Ujian Berat Menanti Madrid

Menjaga intensitas tersebut akan semakin sulit ketika jadwal mulai padat. Madrid harus mempertahankan energi dan konsentrasi setiap tiga hari, terutama ketika pertandingan La Liga mulai berjalan beriringan dengan Liga Champions.

Mourinho kini memiliki fondasi positif setelah tiga kemenangan dan satu clean sheet. Akan tetapi, kemampuan Madrid mempertahankan kontrol defensif sambil tetap agresif akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan apakah mereka benar-benar mampu bersaing untuk semua gelar musim ini.

Untuk saat ini, Madrid berada di jalur yang tepat. Peningkatan di lini belakang menjadi langkah berikutnya agar kekuatan menyerang yang dimiliki skuad Mourinho dapat menghasilkan musim yang lebih lengkap.

Sumber: Madrid Universal

Klasemen

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Jordi Amat Sambut Baik Bergabungnya Emil Audero ke Rayo Vallecano

Read Entire Article
Bisnis | Football |