SEA Games 2025: Rebut 3 Emas, Janice Tjen Dkk Dapat Bonus Tambahan Rp 700 Juta

2 months ago 28

Liputan6.com, Jakarta - Pada SEA Games 2025, tim tenis Indonesia berhasil merebut tiga medali emas. Bonus besar pun didapat para petenis Indonesia. Selain dari pemerintah Indonesia, mereka juga diguyur bonus tambahan oleh PP Pelti (Persatuan Tenis Seluruh Indonesia).

Di Thailand, Indonesia mendapatkan tiga medali emas setelah mengawinkan gelar beregu putra dan putri serta ganda putri lewat duet Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi.

Berkat kesuksesan merebut tiga emas, Pelti mengucurkan bonus total Rp700 juta. Rinciannya Rp200 juta untuk ganda putri Janice/Aldila serta masing-masing Rp250 juta untuk beregu putra dan putri.

Penyerahan bonus diberikan ketua umum Pelti Nurdin Halid bersamaan dengan peluncuran kompetisi tenis, Pro Liga Indonesia Master 2025 di kawasan Daan Mogot, Selasa (23/12/2025). Pelti mengucurkan Rp700 juta sesuai kemampuan mereka. Diharapkan dengan bonus tambahan ini para atlet akan semakin termotivasi meraih prestasi di multievent selanjutnya yakni Asian Games 2026.

Dengan demikian pundi-pundi petenis yang ikut SEA Games 2025 semakin tebal. Pasalnya Presiden Prabowo Subianto juga sudah memastikan memberikan bonus Rp1 miliar kepada para peraih emas di Thailand.

“Pelti juga disamping ada bonus dari Bapak Presiden. Satu miliar satu emas, saya juga memberikan bonus kepada pemain kita Rp250 juta untuk beregu putra dan Rp250 juta beregu putri, dan untuk ganda putri itu Rp200 juta. Itu kemampuan Pelti yang penting bahwa kita bisa memberikan apresiasi atas prestasi mereka,” terang Nurdin Halid kepada wartawan.

Luncurkan Pro Liga

Di tengah hirup-pikuk SEA Games 2025, Pelti meluncurkan kompetisi tenis Pro Liga Indonesia Master 2025. Harapannya semakin banyak bakat-bakat baru bisa muncul untuk mewakili Indonesia di kancah internasional.

“Jadi Pelti telah mencenangkan sebuah visi yaitu membangun tenis sebagai sebuah industri menuju industri emas 2045. Visinya antara ini adalah harus ada kompetisi yang berkelanjutan. Maka Pelti telah merancang kompetisi itu yaitu mulai dari umur 12, 14, 16, 18 dan Pro Liga,” papar Nurdin.

“Pro Liga ini adalah puncak daripada seluruh prosesi kompetisi yang akan digelar oleh Pelti. Tujuannya adalah untuk menciptakan pemain-pemain yang berkualitas, pemain-pemain yang bisa berkualitas tingkat dunia. Sehingga ada motivasi bagi anak muda kita dari usia dini untuk bermain tenis."

Mengasah Kemampuan Petenis

Dengan adanya kompetisi rutin sepanjang tahun diharapkan petenis Indonesia terasah kemampuannya. Selain itu orang tua juga akan mengizinkan anaknya terjun ke menjadi petenis profesional.

“Karena tenis tidak hanya sebagai sebuah olahraga, tidak hanya sebagai sebuah hobi, tapi sudah menjadi sebuah pekerjaan yang menjadikan pendapatan penghasilan masa depan bagi anak-anak kita. Sehingga orangtua, pelatih ada motivasi untuk mendorong daripada anak muda kita dari usia dini untuk bermain tenis,” sambung Nurdin.

“Selama ini belum pernah ada Liga yang bersifat profesional. Nah inilah yang kita gelar. Pro Liga hari ini sebetulnya adalah merupakan launching dari Pro Liga yang akan kita gelar seharusnya mulai tahun depan.”

Read Entire Article
Bisnis | Football |