Senne Lammens Dinilai Belum Sepenuhnya Layak Bermain di Manchester United

1 week ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Rene Meulensteen memberikan pandangan tajam terkait performa kiper anyar Manchester United, Senne Lammens. Ia menilai sang penjaga gawang belum sepenuhnya memenuhi standar klub sebesar MU.

Lammens direkrut dari Royal Antwerp dengan nilai transfer 18,1 juta pound pada hari terakhir bursa transfer musim panas lalu. Kedatangannya sempat di luar perkiraan karena MU sebelumnya tidak memprioritaskan pembelian kiper.

Namun, awal musim yang kurang meyakinkan dari Andre Onana dan Altay Bayindir membuat manajemen berubah pikiran. Lammens yang awalnya diplot sebagai pesaing justru berkembang menjadi pilihan utama.

Penampilan impresifnya di bawah mistar membuat Onana dipinjamkan ke Trabzonspor, sementara Bayindir lebih sering duduk di bangku cadangan. Meski begitu, Meulensteen melihat masih ada aspek yang perlu dibenahi dari kiper asal Belgia tersebut.

Lammens Dinilai Belum Penuhi Standar Manchester United

Meulensteen mengakui Lammens tampil cukup baik sejak bergabung ke Old Trafford. Meski demikian, ia merasa masih ada kekurangan yang membuatnya belum sepenuhnya layak menjadi kiper utama klub sebesar MU.

Menurutnya, faktor kepribadian dan kepemimpinan menjadi aspek penting bagi seorang penjaga gawang di tim besar. Selain itu, pengalaman tampil di kompetisi elite Eropa juga menjadi tantangan tersendiri.

"Senne Lammens memang tampil baik, tetapi dia belum berada di level yang dibutuhkan Manchester United dalam hal kepribadian, kepemimpinan, dan beberapa aspek penjaga gawang," ujar Rene Meulensteen.

"Saya masih melihat ada beberapa kelemahan. Selain itu, saat ini Anda tidak bermain di Eropa, yang menjadi tantangan berbeda ketika harus tampil di Liga Champions melawan tim besar," lanjut Meulensteen.

Standar Kiper Juara Harus Luar Biasa

Meulensteen menekankan bahwa setiap tim sukses selalu memiliki kiper dengan kualitas luar biasa. Ia mencontohkan bagaimana penyelamatan krusial bisa menjadi pembeda dalam laga penting.

Ia juga menyinggung aksi gemilang Gianluigi Donnarumma saat menghadapi Liverpool. Momen seperti itu disebutnya sebagai standar yang harus dimiliki kiper kelas dunia.

"Bagi saya, setiap tim hebat dan sukses yang memenangkan trofi selalu memiliki penjaga gawang yang luar biasa, benar benar luar biasa," tegas Meulensteen.

"Anda melihat misalnya penyelamatan yang dilakukan Gianluigi Donnarumma pada tembakan yang berbelok saat melawan Liverpool. Itulah jenis penyelamatan yang harus dibuat seorang kiper, dan saya belum sepenuhnya yakin Lammens sudah berada di titik itu," ucap Meulensteen.

Pujian untuk Robin Roefs

Selain menyoroti Lammens, Meulensteen juga memberikan perhatian kepada Robin Roefs yang tampil impresif bersama Sunderland. Kiper muda itu dinilai berperan besar dalam performa timnya musim ini.

Roefs membantu Sunderland tidak hanya terhindar dari degradasi, tetapi juga bersaing di papan tengah klasemen. Meski begitu, Meulensteen mengingatkan bahwa tantangan di MU tentu berbeda.

"Robin Roefs menjalani musim pertama yang hebat di Premier League. Namun bermain untuk Sunderland adalah tantangan yang sangat berbeda dibandingkan bermain untuk Manchester United," kata Meulensteen.

"Dia sangat bagus. Saya mengenalnya dari Belanda karena berkembang di NEC Nijmegen dan dia tampil sangat baik bersama Sunderland. Bukan hal mengejutkan jika klub klub lain mulai meliriknya," pungkas Meulensteen.

Sumber: Metro

Persaingan Sengit di Liga Inggris

Jadwal Liga Inggris Pekan ke-27: Derby London Utara Panaskan Perebutan Gelar dan Zona Degradasi

Read Entire Article
Bisnis | Football |