Senne Lammens Ungkap Sosok Kiper Panutannya di Manchester United

1 week ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Senne Lammens terus menunjukkan perkembangan sejak bergabung dengan Manchester United enam bulan lalu. Kiper asal Belgia itu kini mulai menatap peran penting di skuad Setan Merah.

Ia menjadi penjaga gawang Belgia pertama dalam sejarah klub. Pada November lalu, Lammens juga mencatatkan debut senior bersama tim nasional negaranya.

Sebelumnya, Lammens mengaku mengidolakan Simon Mignolet, Thibaut Courtois, dan Manuel Neuer di awal kariernya. Namun, ada dua sosok lain di Manchester United yang turut membentuk pandangannya sebagai kiper.

Kini, ia bersiap menghadapi laga tandang ke markas Everton asuhan David Moyes. Pertandingan tersebut menjadi momen penting setelah kekalahan 0-1 di Old Trafford pada November.

Terinspirasi David De Gea dan Edwin van der Sar

Lammens mengungkapkan bahwa ia banyak belajar dengan mengamati kiprah para kiper hebat Manchester United. Sosok David De Gea dan Edwin van der Sar menjadi referensi utamanya sejak kecil.

Ia menilai keduanya memiliki karakter kuat dan konsistensi tinggi di bawah mistar gawang. Hal itu menjadi standar yang ingin ia capai bersama Setan Merah.

"Saat tumbuh besar, tentu saja David De Gea adalah dan masih menjadi kiper besar di dunia, terutama pada masa masa puncaknya di klub ini, jadi tentu saja Anda lebih sering menontonnya," ujar Lammens.

"Tetapi ketika saya masih kecil sekitar 2008 atau 2009, itu juga masa kejayaan United, dan saat itu Van der Sar yang berada di bawah mistar. Saya tidak benar benar mengingat satu penyelamatan tertentu, tetapi saya merasa lebih bisa beresonansi dengannya," kata Lammens.

Filosofi Bermain di Bawah Mistar

Lammens merasa memiliki kemiripan karakter dengan Van der Sar. Ia menilai ketenangan dan konsistensi menjadi kunci utama dalam menjaga lini belakang.

Menurutnya, tugas kiper bukan hanya melakukan penyelamatan spektakuler. Menjaga tim tetap berada dalam permainan juga menjadi tanggung jawab penting.

"Karakter kami mungkin sedikit mirip, dan dalam setiap pertandingan dia selalu solid, selalu ada, dan menjadi batu karang di belakang pertahanan. Itu juga yang selalu saya katakan kepada beberapa rekan setim, karena Anda berada di klub besar dengan begitu banyak pemain bagus, kadang Anda juga harus memberi mereka kesempatan untuk bersinar," tutur Lammens.

"Sebagai penjaga gawang, terkadang Anda tidak perlu membuat terlalu banyak penyelamatan besar, Anda hanya tidak ingin memberikan pertandingan begitu saja, Anda selalu ingin tetap berada dalam permainan. "Jadi pemain seperti Bruno Fernandes atau penyerang lain yang bisa membuat perbedaan, dan itu juga yang saya coba lakukan, menjaga tim tetap dalam permainan saat dibutuhkan," lanjut Lammens.

Read Entire Article
Bisnis | Football |