Shayne Pattynama Beri Jawaban Berkelas usai Dikritik Gara-Gara Banting Setir ke BRI Super League

1 month ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Pemain Timnas Indonesia Shayne Pattynama buka suara menanggapi kritik usai dirinya memutuskan banting setir dengan pulang ke tanah air.

Sebagaimana diketahui, pesepak bola berusia 27 tahun itu baru saja bergabung dengan klub BRI Super League Persija Jakarta setelah hanya setengah musim memperkuat klub Thailand Buriram United.

Dia dikontrak hingga Juni 2028 oleh Macan Kemayoran. Pattynama kini mengikuti jejak kompatriotnya Jordi Amat yang sudah lebih dulu bergabung dengan Persija.

Sayangnya, keputusan Pattynama untuk pulang ke tanah air tak sepenuhnya menuai respons positif. Beberapa justru melancarkan kritik lantaran dia 'menyerah' bersaing di liga luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, Pattynama memberi respons santai, tetapi berkelas. Dia justru memandang pulangnya sejumlah pemain diaspora abroad bisa mendorong perkembangan sepak bola dan liga Indonesia secara umum.

Respons Shayne Pattynama

"Tentu saja orang-orang selalu mengkritik. Saya mengerti bahwa orang-orang ingin para pemain (berkarier) di liga terbaik. Tapi, publik juga perlu mengerti bahwa kita sebagai negara sedang berkembang dalam hal sepak bola," jelas Pattynama.

"Kita sedang berupaya memiliki liga yang lebih baik. Kita ingin timnas yang lebih baik. Dan saya merasa ketika orang-orang mengatakan, 'Oh, jangan pergi ke Indonesia. Jangan pergi ke liga kita. Liga kita buruk', mereka meremehkan Indonesia. Itu tidak baik," tegasnya.

Kemajuan Liga Kunci Kemajuan Timnas

Lebih lanjut, Shayne Pattynama juga menggarisbawahi pentingnya mengembangkan liga lokal dan tak hanya fokus pada Timnas Indonesia.

Pasalnya, liga yang baik akan membuahkan para pemain bagus untuk tim nasional. Dia berharap kepulangan diaspora bisa membantu meningkatkan level kompetisi tanah air.

"Banyak waktu yang telah dihabiskan oleh federasi (PSSI) untuk (mengembangkan liga). Baik dari Ketum (Erick Thohir), operator liga (I League), semuanya berusaha untuk membawa liga ke level berikutnya," kata Pattynama lagi.

"Jika Anda ingin Timnas Indonesia berkembang, kita juga harus berkembang sebagai liga."

"Saya paham Anda boleh mengkritik dan saya juga mengerti Anda ingin yang terbaik untuk kami (pemain). Tapi, Anda juga harus mengerti bahwa kita harus berkembang sebagai negara dan ini adalah bagian dari (usaha menuju ke arah sana)," tandas dia.

Lanjut baca

Senada dengan itu, pelatih Timnas Indonesia John Herdman sebelumnya menyuarakan dukungan untuk pemain diaspora yang pulang ke tanah air. Menurut dia, kehadiran para pemain Eropa bakal memberi tampilan serta rasa kompetisi yang berbeda di Indonesia. Lebih lanjut, Herdman juga memandang baik kepulangan para pemain diaspora sebab dinilai bakal mempercepat adaptasi ketika dipanggil ke Timnas Indonesia. "Saya pikir itu penting. Saya pikir penting bahwa kami bisa mengakses pemain kami dari Eropa yang memberikan tampilan, rasa, dan standar yang berbeda," ujar Herdman di Jakarta, Jumat (23/1/2026). "Bagi para pemain, penting untuk terbiasa dengan kondisi di sini (di Indonesia). Kondisi di sini sangat unik, panasnya, kelembapannya. Dan saya pikir sangatlah penting bagi pemain Eropa untuk berlatih di sini secara konsisten. Tingkat toleransi (fisik) yang bisa mereka bangun, pekan demi pekan, itu memberi kami kekuatan dan memberi kedalaman skuad yang menurut saya kami butuhkan," tandasnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |