Simone Inzaghi Tinggalkan Al Hilal? Pelatih Finalis Liga Champions Itu Siap Jadi Rebutan Klub Top Eropa

1 hour ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Simone Inzaghi menjadi sorotan panas bursa pelatih Eropa jelang musim 2026/2027. Pelatih asal Italia itu dikabarkan bakal meninggalkan Al Hilal meski masih memiliki kontrak bernilai fantastis di Arab Saudi.

Kabar ini tentu mengejutkan banyak pihak. Sebab, Inzaghi baru satu musim menangani Al Hilal setelah menerima kontrak besar senilai €26 juta per musim pada musim panas lalu.

Jika benar hengkang, maka nama Simone Inzaghi dipastikan akan langsung masuk radar banyak klub elite Eropa. Rekam jejaknya bersama Inter Milan membuat reputasinya tetap berada di level tertinggi sepak bola dunia.

Pelatih berusia 50 tahun itu dikenal sebagai sosok yang piawai membangun tim kompetitif. Gaya bermain fleksibel, organisasi pertahanan kuat, dan kemampuan mengelola ruang ganti menjadi nilai plus Inzaghi selama beberapa tahun terakhir.

Simone Inzaghi Disebut Segera Tinggalkan Al Hilal

Laporan dari Arab Saudi menyebut masa depan Simone Inzaghi bersama Al Hilal hampir berakhir. Keputusan tersebut diyakini bakal diumumkan setelah laga terakhir Liga Pro Saudi musim ini selesai dimainkan.

Menurut laporan yang dikutip dari TuttoMercatoWeb, perubahan struktur kepemilikan klub menjadi salah satu faktor utama. Situasi internal itu membuat proyek besar Al Hilal mulai mengalami banyak penyesuaian.

Selain itu, beberapa pemain mahal yang direkrut musim panas lalu gagal memenuhi ekspektasi. Nama Darwin Nunez menjadi salah satu sorotan karena dinilai belum mampu memberi dampak maksimal bagi tim.

Situasi tersebut membuat tekanan terhadap proyek Al Hilal meningkat drastis. Dalam kondisi itu, Inzaghi disebut memilih membuka peluang kembali ke sepak bola Eropa dibanding melanjutkan petualangan di Timur Tengah.

Rekam Jejak Bersama Inter Jadi Modal Besar

Simone Inzaghi bukan nama sembarangan di dunia kepelatihan Eropa. Sebelum melatih Al Hilal, ia sukses membawa Inter Milan menjadi salah satu tim paling kompetitif di Italia maupun Eropa.

Bersama Nerazzurri, Inzaghi dikenal mampu membangun tim yang stabil dan sulit dikalahkan. Ia juga beberapa kali membawa Inter bersaing dalam perebutan gelar Serie A hingga kompetisi Eropa.

Inzaghi menjelaskan alasan di balik keputusannya meninggalkan Inter pada musim panas lalu. Keputusan diambil sangat cepat dalam sebuah pertemuan di rumah Presiden Inter Milan, Beppe Marotta.

"Dalam konteks itu, saya mengungkapkan kebutuhan akan perubahan, karena saya merasa sebuah siklus telah berakhir. Mereka ingin melanjutkan kerja sama dengan saya, tetapi mereka memahami pilihan saya, kami berpisah sebagai teman dan tetap berteman," ucapnya.

Sumber: Football Italia

Madura United di Ujung Tanduk, Laskar Sape Kerrab Terancam Degradasi jika Kalah dari PSM Makassar

Read Entire Article
Bisnis | Football |