Skandal Besar di Liga Super Cina 2026: 9 Klub Mulai Musim dengan Poin Minus

16 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Musim 2026 Chinese Super League (CSL) dimulai dalam situasi yang tidak biasa. Lebih dari separuh peserta kompetisi harus memulai musim dengan pengurangan poin. Ini adalah sebuah skandal.

Total sembilan klub di kasta tertinggi sepak bola China terkena sanksi tersebut. Bahkan dua tim besar, Shanghai Port dan Shanghai Shenhua, ikut terdampak.

Kasus ini menjadi bagian dari operasi besar pemberantasan korupsi di sepak bola China. Asosiasi Sepak Bola China (CFA) menjatuhkan sanksi setelah penyelidikan panjang terkait pengaturan pertandingan dan perjudian.

Akibatnya, klasemen liga sudah mengalami perubahan bahkan sebelum musim benar-benar berjalan. Situasi ini membuat Chinese Super League 2026 dimulai dengan atmosfer penuh kontroversi.

Skandal Match Fixing Picu Pengurangan Poin Besar-besaran

CFA mengambil langkah tegas setelah menemukan banyak pelanggaran serius di industri sepak bola China. Penyelidikan tersebut mengungkap praktik pengaturan pertandingan, suap, dan perjudian.

Sebagai hasilnya, sebanyak 73 individu dilarang bekerja di dunia sepak bola seumur hidup. Selain itu, 13 klub juga dijatuhi hukuman, termasuk sembilan klub dari Chinese Super League.

Pihak CFA menjelaskan bahwa hukuman tersebut dijatuhkan untuk membersihkan sepak bola nasional dari praktik tidak sehat.

"Pengurangan poin dan sanksi keuangan yang dikenakan pada klub didasarkan pada jumlah, sifat, keseriusan, dan dampak sosial dari transaksi tidak pantas yang melibatkan setiap klub," jelas CFA.

Dalam klasemen awal musim, Shanghai Shenhua dan Tianjin Jinmen Tiger menerima hukuman paling berat dengan pengurangan 10 poin. Qingdao Hainiu juga terkena sanksi tujuh poin sebelum menjalani laga pembuka mereka.

Shandong Taishan dan Henan mendapat pengurangan enam poin. Sementara Zhejiang, Wuhan Three Towns, Shanghai Port, dan Beijing Guoan memulai musim dengan minus lima poin.

Kasus Li Tie Perlihatkan Skala Besar Korupsi Sepak Bola China

Skandal ini juga menyeret sejumlah tokoh penting di sepak bola China. Salah satu nama paling mencolok adalah mantan pelatih tim nasional China, Li Tie.

Mantan gelandang Everton tersebut termasuk dalam daftar 73 orang yang dilarang bekerja di dunia sepak bola seumur hidup. Ia mengaku terlibat dalam praktik suap dan pengaturan pertandingan.

Li Tie bahkan mengakui menerima suap lebih dari 16 juta dolar sejak 2015 hingga 2021. Periode tersebut mencakup masa ketika ia menjadi asisten pelatih di Hebei China Fortune hingga menjabat pelatih tim nasional.

“Saya sangat menyesal. Seharusnya saya tetap rendah hati dan mengikuti jalan yang benar. Ada beberapa hal yang, pada saat itu, merupakan praktik umum dalam sepak bola."

“Dengan meraih ‘kesuksesan’ melalui cara-cara yang tidak pantas tersebut, hal itu justru membuat saya semakin tidak sabar dan menginginkan hasil yang cepat," tegasnya.

Sumber: Sportbible

AC Milan vs Inter Milan Sudah Mulai, Dapatkan Link Live Streaming Liga Italia

Read Entire Article
Bisnis | Football |