Top 3: Destry Damayanti Jalani Fit and Proper Test Calon Gubernur BI

12 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjalankan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur BI pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Saat menjalankan uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur BI, Destry menawarkan visi untuk menjadikan BI sebagai lembaga yang tetap relevan menghadapi tantangan ekonomi sekaligus kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Destry mengusung tema “Sinergi Merah Putih untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia” dengan tiga misi dan lima inisiatif strategis.

“Visi kami adalah menjadikan Bank Indonesia sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespons tantangan serta kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Destry dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Gubernur BI di Komisi XI DPR RI, Rabu, 26 Agustus 2026.

Destry menyebut BI perlu memperkuat bauran kebijakan karena perekonomian Indonesia menghadapi fragmentasi geopolitik, volatilitas pasar keuangan, serta percepatan digitalisasi. Menurut dia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,29% dan inflasi Juli 2026 sebesar 2,88%.

Destry juga menilai ruang akselerasi pertumbuhan masih terbuka melalui peningkatan penyaluran kredit, optimalisasi dana yang belum tersalurkan sebesar Rp 2,548 triliun atau 21,8% dari plafon, serta penguatan pembiayaan bagi UMKM.

“Menjaga stabilitas saja belum cukup. Bank Indonesia juga perlu terus memperkuat bauran kebijakan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Destry.

Artikel Destry Damayanti Jalani Fit and Proper Test Calon Gubernur BI Hari Ini menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada Rabu pekan ini. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com dirangkum pada Kamis, (27/8/2026):

1. Destry Damayanti Jalani Fit and Proper Test Calon Gubernur BI Hari Ini

Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjalankan fit and propest test atau uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur BI pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Saat menjalankan uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur BI, Destry menawarkan visi untuk menjadikan BI sebagai lembaga yang tetap relevan menghadapi tantangan ekonomi sekaligus kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Destry mengusung tema “Sinergi Merah Putih untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia” dengan tiga misi dan lima inisiatif strategis.

“Visi kami adalah menjadikan Bank Indonesia sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespons tantangan serta kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Destry dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Gubernur BI di Komisi XI DPR RI, Rabu, 26 Agustus 2026.

Destry menyebut BI perlu memperkuat bauran kebijakan karena perekonomian Indonesia menghadapi fragmentasi geopolitik, volatilitas pasar keuangan, serta percepatan digitalisasi. Menurut dia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,29% dan inflasi Juli 2026 sebesar 2,88%.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Botok Pati

Bank Mandiri resmi membuka blokir rekening milik koordinator dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok. Keputusan tersebut diambil Mandiri pasca menerima permintaan dari pihak Polda Metro Jaya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Riduan saat jumpa pers bersama Komisi III DPR RI, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri hingga Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).

"Sebagai bank yang melayani nasabah dengan konsekuensi yang diatur di dalam peraturan, maka kami akan menindaklanjuti, Pak Direskrimum, apa yang tadi disampaikan untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening yang kemarin disampaikan untuk dilakukan penundaan transaksi," kata Riduan.

Riduan juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan melakukan pemblokiran rekening Botok. Ia berjanji Mandiri aman memegang amanah nasabah untuk menyelenggarakan layanan perbankan yang baik.

"Kami akan selalu memegang amanah daripada nasabah dan masyarakat dengan baik untuk menyelenggarakan pelaksanaan perbankan secara pruden, sehat, dan memberikan layanan terbaik," ujarnya..

Berita selengkapnya baca di sini

3. Purbaya Ungkap BNPB Belum Minta Anggaran Tambahan Karhutla

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Kementerian Keuangan siap menambah anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, apabila dana Rp 5 triliun yang dikelola Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih belum mencukupi.

Purbaya menjelaskan bahwa BNPB saat ini belum mengajukan kebutuhan dana khusus karhutla karena proses asesmen di lapangan masih berjalan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menyalurkan dana tambahan sesuai kebutuhan riil.

"Kita akan channeling lewat BNPB. Mereka sudah punya Rp 5 triliun, kalau kurang nanti kita tambah," ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Rabu (26/8/2026).

Selain BNPB, Kementerian Kehutanan juga telah mengajukan kebutuhan anggaran dan Kementerian Keuangan pun sudah menyetujui sebagian dari alokasi tersebut. Purbaya memperkirakan total kebutuhan dana untuk karhutla di Kalimantan tidak akan sebesar anggaran penanganan bencana di Aceh.

Berita selengkapnya baca di sini

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |