Top 3: Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed

4 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia berbalik melemah pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026 (Sabtu pagi Jakarta). Koreksi harga emas dunia seiring meningkatnya spekulasi pelaku pasar mengenai kenaikan suku bunga, menyusul pernyataan ketua the Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh mengenai upaya meredam tekanan inflasi.

Mengutip CNBC, Sabtu, 29 Agustus 2026, harga emas spot turun 2,75% menjadi US$ 4.474,45 per ons. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember terpangkas 3% menjadi US$ 4.524,10.

"Harga emas terpukul keras setelah Ketua Warsh menegaskan bahwa inflasi tidak melambat secara signifikan dan The Fed masih memiliki 'pekerjaan yang harus diselesaikan.' Meskipun pendekatannya mungkin kembali berupa 'bicara lantang namun bertindak terbatas' (speak loudly and carry a short stick), hal ini membuat pasar menilai hasil pertemuan September sebagai situasi yang tidak pasti, layaknya melempar koin," ujar analis independen Tai Wong.

Pelaku pasar meningkatkan taruhan pada kenaikan suku bunga September setelah Warsh menyatakan The Fed "memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan" jika para pembuat kebijakan tidak yakin bahwa inflasi inti kembali ke target 2%. Pernyataan ini merupakan indikasi terkuat sejauh ini bahwa ia mengakui perlunya kenaikan suku bunga untuk meredakan tekanan harga.

Menurut perangkat CME FedWatch, para pedagang kini memperkirakan adanya peluang sebesar 56% untuk kenaikan suku bunga AS pada September naik dari 36% sebelum komentar Warsh, serta peluang 80% untuk kenaikan pada Desember.

Artikel Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum Minggu, (30/8/2026):

1. Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed

Harga emas dunia berbalik melemah pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026 (Sabtu pagi Jakarta). Koreksi harga emas dunia seiring meningkatnya spekulasi pelaku pasar mengenai kenaikan suku bunga, menyusul pernyataan ketua the Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh mengenai upaya meredam tekanan inflasi.

Mengutip CNBC, Sabtu, 29 Agustus 2026, harga emas spot turun 2,75% menjadi US$ 4.474,45 per ons. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember terpangkas 3% menjadi US$ 4.524,10.

"Harga emas terpukul keras setelah Ketua Warsh menegaskan bahwa inflasi tidak melambat secara signifikan dan The Fed masih memiliki 'pekerjaan yang harus diselesaikan.' Meskipun pendekatannya mungkin kembali berupa 'bicara lantang namun bertindak terbatas' (speak loudly and carry a short stick), hal ini membuat pasar menilai hasil pertemuan September sebagai situasi yang tidak pasti, layaknya melempar koin," ujar analis independen Tai Wong.

Pelaku pasar meningkatkan taruhan pada kenaikan suku bunga September setelah Warsh menyatakan The Fed "memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan" jika para pembuat kebijakan tidak yakin bahwa inflasi inti kembali ke target 2%. Pernyataan ini merupakan indikasi terkuat sejauh ini bahwa ia mengakui perlunya kenaikan suku bunga untuk meredakan tekanan harga.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Tinggal Jalan, Bos OJK Sudah Siapkan Pejabat Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi telah menyiapkan jajaran hingga aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). Hal tersebut dilakukan agar bisa berjalan dalam waktu yang tidak lama lagi.

Diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan Sarjito menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK periode 2026-2031. Selanjutnya, penetapannya akan dilakukan oleh Mahkamah Agung dalam waktu dekat.

"Sebenarnya kalau di dalam, kita sudah mempersiapkan dengan cukup lumayan baik dalam arti persiapannya, untuk posisi-posisi kunci di Satker BMKS," kata Friderica ditemui di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

"Deputi Komisioner sudah kita isi, Kepala Departemen sudah kita isi, kemudian fungsi-fungsi di bawahnya juga sudah kita isi. Jadi begitu nanti pak Sarjito on board, itu sudah siap," ia menambahkan.

Friderica juga memastikan Peraturan OJK (POJK) dan rancangan aturan lainnya secara paralel disiapkan. Termasuk pengalihan pengawasan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK.

"Peralihan pengawasan sudah kita siapkan, POJK-nya, kemudian RPOJK yang tentang pengaturan juga sudah kita siapkan. Nanti kita sesuai dengan Undang-Undang P2SK harus dikomunikasikan dan minta persetujuan dari DPR dalam hal ini Komisi XI," jelas dia.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Ketemu Gibran, Ini Oleh-Oleh Peserta Magang Kenshusei

Alumni pemagangan Jepang membawa “oleh-oleh” berupa etos kerja, keterampilan, dan pengalaman industri untuk mendorong produktivitas ekonomi Indonesia yang dinilai masih membutuhkan penguatan. Ketua Umum Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (Ikapeksi) Pranyoto Widodo mengatakan pengalaman bekerja di Jepang tidak seharusnya berhenti sebagai pengalaman individu, tetapi perlu dikonversi menjadi usaha, produktivitas, dan lapangan kerja setelah alumni kembali ke Indonesia.

“Yang kami bawa dari Jepang bukan hanya penghasilan, tetapi juga etos kerja dan pengalaman. Ketika kembali ke Indonesia, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membangun usaha, meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Pranyoto dalam audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Pranyoto mengatakan para Kenshusei memperoleh pengalaman mengenai kedisiplinan, produktivitas, tanggung jawab, budaya keselamatan, dan pola kerja sistematis selama menjalani pemagangan di Jepang.

Berita selengkapnya baca di sini

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |