Torino vs Inter: Batal Menang, Nerazzurri Buang Keunggulan Dua Gol

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Inter Milan dipaksa puas dengan satu poin setelah ditahan imbang Torino dengan skor 2-2 dalam laga pekan ke-34 Serie A 2025/2026. Pertandingan berlangsung di Stadio Olimpico, Torino, Minggu (26/4/2026) malam WIB.

Nerazzurri sejatinya sudah berada dalam kendali penuh setelah memimpin dua gol lebih awal melalui Marcus Thuram (23') dan Yann Bisseck (61').

Meski begitu, Torino bangkit di babak kedua lewat Giovanni Simeone pada menit ke-70 dan eksekusi penalti Nikola Vlasic di menit ke-79.

Babak Pertama

Kedua tim langsung terlibat dalam intensitas tinggi sejak peluit pertama berbunyi. Torino memberi sinyal awal bahaya melalui Giovanni Simeone di menit kedua, meski sepakannya tak menemukan sasaran.

Inter merespons tak kalah agresif. Sundulan Manuel Akanji pada menit ketujuh dari situasi bola mati nyaris membobol gawang, namun meleset tipis.

Giliran Torino yang kembali mengancam pada menit kesembilan. Emirhan Ilkhan melayani Saul Coco dengan umpan sempurna, tetapi tembakan jarak dekat pemain tersebut justru melambung melewati mistar.

Inter kemudian memecah kebuntuan di menit ke-23. Umpan silang Federico Dimarco dari sisi kiri diselesaikan Marcus Thuram dengan sundulan keras yang tak bisa dihalau kiper Alberto Paleari.

Setelah gol itu, Inter semakin solid mengontrol permainan. Penguasaan bola mereka meningkat drastis, sedangkan Torino kesulitan membangun serangan yang berarti.

Menjelang jeda, Piotr Zielinski sempat mengancam dengan tembakan dari luar kotak penalti. Upaya itu pun gagal membuahkan gol, dan Inter masuk ruang ganti dengan keunggulan 1-0.

Babak Kedua

Inter membuka babak kedua dengan tekanan langsung. Dimarco kembali jadi ancaman di menit ke-47, tetapi Paleari tampil brilian menggagalkan peluang tersebut.

Namun, dominasi Inter akhirnya terwujud pada menit ke-61. Sepak pojok Dimarco kembali menjadi sumber bahaya, kali ini diselesaikan Yann Bisseck dengan sundulan terarah ke sudut bawah gawang.

Keunggulan dua gol seolah membuat Inter mulai menurunkan intensitas. Torino pun memanfaatkan momentum ini dengan melakukan sejumlah perubahan taktis dan pergantian pemain.

Hasilnya terasa di menit ke-70. Simeone menerima umpan terobosan dari Ilkhan dan menyelesaikannya dengan tenang, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Tekanan Torino semakin meningkat. Lima menit berselang, wasit memutuskan meninjau VAR setelah bola mengenai tangan Carlos Augusto di dalam kotak penalti Inter. Penalti pun diberikan, dan Vlasic tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Tendangannya di menit ke-79 menghunjam sudut atas gawang, tak terjangkau oleh Yann Sommer. Inter sempat merasa sudah membalikkan keadaan lewat gol Henrikh Mkhitaryan di menit ke-83, tetapi dianulir wasit karena offside. Peluang terakhir datang dari Zielinski di masa injury time, namun tembakannya kembali meleset. Skor 2-2 pun menjadi hasil akhir. Meski gagal meraih kemenangan, Inter tetap kokoh di puncak klasemen Serie A dengan koleksi 79 poin dari 34 pertandingan dan masih menjadi kandidat terkuat peraih Scudetto musim ini. Torino sendiri tertahan di posisi ke-13 dengan 41 poin.

Read Entire Article
Bisnis | Football |