Veda Ega Pratama Pede Start dari Grid 6 di Moto3 Prancis 2026, Siap Bersaing Perebutkan Podium

3 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Kepercayaan diri tinggi diusung Veda Ega Pratama dalam menatap balapan utama Moto3 Prancis 2026. Pembalap muda Indonesia itu sangat yakin bisa bersaing untuk memperebutkan hasil terbaik di Sirkuit Bugatti, Le Mans pada Minggu (10/5) sore WIB.

Rasa percaya diri Veda Ega itu muncul setelah menjalani rangkaian hari kedua Moto3 Prancis 2026 pada Sabtu (9/5) dengan apik. Terutama pada sesi kualifikasi, di mana ia mampu mengamankan posisi keenam yang mengesankan di Q2.

Veda Ega Pratama mencatatkan waktu lap terbaik 1 menit 40,304 detik pada kualifikasi kedua Moto3 Prancis 2026. Dia bahkan sempat ada di persaingan untuk meraih pole position.

"Di Q2 akhirnya saya merasa nyaman dan saya bisa mendorong motor sesuai keinginan saya," kata Veda Ega Pratama dalam keterangan resmi Honda Team Asia, dipetik Minggu (10/5).

"Saya sangat senang dengan waktu putaran dan hasilnya karena kami berjuang di dekat posisi terdepan selama seluruh sesi," tambahnya.

Pede dan Siap Bertarung

Kini, Veda Ega menyatakan bahwa dia sudah siap untuk beraksi. Pembalap asal Gunungkidul itu mengaku lebih percaya diri dalam mendapatkan hasil terbaik di Moto3 Prancis 2026.

Keberadaan memulai balapan dari grid enam membuat Veda Ega Pratama punya kans untuk naik podium. Dia bisa mendapatkan podium keduanya setelah di Brasil.

"Sekarang saya merasa jauh lebih percaya diri dengan motor dan juga dengan diri saya sendiri menjelang balapan Minggu. Kami masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi perasaannya positif dan saya siap untuk bertarung," jelasnya.

Akui Sempat Terkendala

Dalam kesempatan itu, Veda Ega juga sempat mengungkapkan perasaannya selama sesi latihan dan kualifikasi Moto3 Prancis 2026. Dia mengakui sempat merasakan kendala sebelumnya.

"Hari Sabtu jauh lebih baik dibandingkan kemarin. Sejujurnya, selama sebagian besar akhir pekan kami kesulitan menemukan pengaturan dan feeling terbaik dengan motor, terutama selama sesi pagi di mana saya sama sekali tidak senang dengan posisi dan waktu putaran," tutur Veda.

"Tetapi tim bekerja sangat keras dan sebelum kualifikasi kami mengubah beberapa pengaturan pada motor yang langsung memberi saya kepercayaan diri yang jauh lebih besar," imbuhnya.

Ekspresi Sedih Pemain PSS Sleman Pecah Usai Kalah Dramatis dari Garudayaksa di Final

Read Entire Article
Bisnis | Football |