Vinicius Jr Bisa Menyusul, Ini 5 Pembelian Terbaik Arsenal dari Real Madrid

16 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal disebut masih menaruh minat pada Vinicius Junior. Jika winger Brasil itu benar-benar mendarat di London Utara, kepindahan tersebut akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah klub.

Di sisi lain, riwayat The Gunners merekrut pemain langsung dari Real Madrid relatif pendek dan hasilnya beragam, dari kontribusi singkat hingga jadi pilar penting.

Merujuk ulasan Planet Football, berikut lima rekrutan terbaik Arsenal dari Real Madrid berdasarkan kiprah mereka di London.

Martin Odegaard Antar Gelar Liga Inggris

Martin Odegaard menempati posisi pertama dalam daftar ini. Gelandang kreatif tersebut dipandang sebagai rekrutan paling bernilai di antara kedatangan langsung dari Real Madrid.

Kapten asal Norwegia itu berhasil membawa Arsenal meraih gelar Liga Inggris pertama mereka dalam 22 tahun. Peran sentralnya di ruang ganti dan di lapangan menjadi pembeda pada momen penentuan.

Pencapaian tersebut dinilai sudah cukup menjadi alasan mengapa Odegaard layak disebut sebagai rekrutan terbaik Arsenal dari Real Madrid.

Mesut Ozil dan Julio Baptista

Di urutan kedua ada Mesut Ozil. Pada awal kedatangannya dari Real Madrid, antusiasme publik Emirates menjadi salah satu yang terbesar pada era stadion tersebut. Ia sempat dipandang sebagai rekrutan yang mampu mengubah kualitas tim.

Ozil kemudian membalas ekspektasi itu dengan banyak assist, sejumlah momen brilian, serta membantu Arsenal meraih dua gelar Piala FA ketika klub kesulitan mengoleksi trofi lainnya.

Hubungannya dengan Mikel Arteta akhirnya memburuk seiring perubahan gaya permainan yang mulai meninggalkan peran klasik nomor 10. Meski begitu, pada masa terbaiknya, Ozil tetap menjadi satu di antara pemain paling menghibur di Premier League.

Posisi ketiga ditempati Julio Baptista. Penyerang asal Brasil yang dijuluki "La Bestia" itu dikenal sulit diprediksi: pada satu momen tampil seperti pemain kelas dunia, pada momen lain kesulitan menuntaskan hal sederhana.

Baptista meninggalkan kesan kuat selama peminjaman di Arsenal, terutama karena keberhasilannya mencetak empat gol ke gawang Liverpool di Anfield. Torehan tersebut tidak pernah dilakukan Davor Suker maupun Dani Ceballos.

Statusnya sebagai pemain pinjaman juga berarti Arsenal tidak mengambil risiko besar apabila eksperimen itu tidak berjalan sesuai harapan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Adapun Dani Ceballos menempati peringkat keempat. Ia kerap disebut sebagai gambaran awal proyek Mikel Arteta: berteknik baik, rapi dalam menjaga aliran permainan, tetapi dinilai tidak memiliki kualitas yang mampu membuat penonton terpukau seperti Santi Cazorla, Thiago Alcantara, David Silva, atau Juan Mata. Ceballos layak diapresiasi atas perannya ketika Arsenal mengalahkan Chelsea pada final Piala FA 2020. Namun dua periode peminjamannya tidak pernah berubah menjadi transfer permanen, dan setelah kembali ke Real Madrid ia menghabiskan lima musim sebagai pemain pelapis yang tidak terlalu menonjol. Davor Suker berada di peringkat kelima. Secara kualitas individu, ia layak ditempatkan lebih tinggi, namun penilaian ini didasarkan pada kontribusinya di Arsenal. Di Highbury, performanya tidak setara dengan periode penuh trofi di Real Madrid maupun penampilan gemilang pada Piala Dunia 1998. Pada 1999, Arsenal mengeluarkan 3,5 juta poundsterling untuk mendatangkannya. Nominal itu bukan angka raksasa, tetapi juga tidak kecil untuk konteks saat itu. Catatannya adalah delapan gol dari 22 penampilan di Premier League. Ia bukan kegagalan total, namun juga tidak bisa disebut rekrutan yang benar-benar sukses, apalagi karena gagal menggantikan Nicolas Anelka yang hengkang ke Real Madrid pada musim panas tersebut. Kekosongan di lini serang akhirnya diisi Thierry Henry, yang datang sehari kemudian dan mengambil alih peran itu.  

Read Entire Article
Bisnis | Football |