Vinicius Junior Menjawab, 3 Catatan di Balik Lolosnya Real Madrid ke Babak 16 Besar Liga Champions

9 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid tidak tampil dominan, tidak pula sepenuhnya meyakinkan. Namun, satu hal tak berubah: mereka tetap melangkah ke babak 16 besar Liga Champions dan Vinicius Junior menjadi bintang bagi timnya.

Kemenangan 2-1 atas Benfica pada leg kedua play-off, Kamis (26/2) dini hari WIB, memastikan agregat 3-1 untuk Los Blancos.

Di tengah permainan yang naik turun, Madrid kembali menemukan jawabannya. Jawaban itu bernama Vinicius Junior.

Penyerang Brasil tersebut merespons tekanan dengan cara paling efektif. Ia mencetak gol. Ia berbicara lewat performa, bukan reaksi emosional.

Insiden Serius yang Tak Bisa Diabaikan

Bahkan sebelum bola bergulir, laga ini sudah tercoreng oleh insiden serius di dalam stadion.

Seorang pendukung dari tribun Real Madrid tertangkap kamera melakukan salam Nazi saat persiapan pertandingan. Gestur itu dilakukan berulang dan terlihat jelas.

Pihak keamanan bergerak cepat. Individu tersebut segera dikeluarkan dari stadion tanpa kompromi.

Usai laga, klub mengeluarkan pernyataan resmi. Real Madrid menegaskan akan menindak tegas dan tidak mentoleransi simbol ekstremisme dalam bentuk apa pun.

Vinicius Junior dan Penghormatan yang Akhirnya Datang

Malam itu juga menjadi panggung emosional bagi Vinicius. Dukungan penuh datang dari publik tuan rumah sejak sebelum kick-off.

Setelah kontroversi di leg pertama, respons Bernabeu menjadi sinyal penting. Vinicius tidak sendirian.

Gol yang ia cetak bukan sekadar penentu skor. Itu adalah pernyataan. Ia hadir di saat Madrid membutuhkannya.

Momen paling simbolis datang setelah laga. Sidny Lopes Cabral mendekatinya dan meminta bertukar jersey, sebuah gestur respek yang tak bisa disangkal.

Bernabeu Sunyi, Benfica Lebih Bersuara

Ironisnya, kelolosan Madrid tidak dibarengi atmosfer perayaan. Stadion terasa datar sejak awal.

Tidak ada sambutan megah. Tidak ada euforia berlebihan. Bahkan usai gol Vinicius, sebagian penonton mulai meninggalkan tribun.

Sebaliknya, sekitar 4.000 pendukung Benfica tak pernah berhenti bernyanyi. Dukungan mereka konsisten sepanjang laga.

Untuk waktu yang lama, suara suporter tamu justru lebih dominan di Santiago Bernabeu. Sebuah pemandangan yang jarang terjadi, namun nyata malam itu.

Sumber: Madrid Universal

Victor Osimhen, Tokoh Utama dalam Drama 7 Gol Tersingkirnya Juventus

Read Entire Article
Bisnis | Football |