Waspadai Bosnia dan Herzegovina! 3 Faktor Krusial yang Bisa Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026

4 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Italia berada di ambang kelolosan ke Piala Dunia 2026. Namun, satu rintangan terakhir masih menghadang. Mereka harus menghadapi Bosnia dan Herzegovina.

Laga final play-off ini akan digelar Rabu (1/4) dini hari WIB. Stadion Bilino Polje menjadi venue penentuan. Atmosfer dipastikan tidak bersahabat.

Italia datang dengan status unggulan. Namun, situasi ini justru menyimpan tekanan tersendiri. Sejarah kegagalan masih membayangi.

Di atas kertas, Italia lebih diunggulkan. Tetapi, Bosnia bukan lawan sembarangan. Mereka punya struktur permainan yang jelas.

Pelatih Gennaro Gattuso pun sudah memberi peringatan. Ia menilai laga ini akan jauh lebih sulit dari sebelumnya.

Disiplin Bertahan dan Efektivitas Bosnia

Bosnia dikenal dengan organisasi pertahanan yang rapi. Mereka bermain dengan blok rendah. Sulit ditembus di area sentral.

Pendekatan ini membuat lawan frustrasi. Italia bisa kembali kesulitan membongkar ruang. Situasi ini sempat terlihat saat lawan Irlandia Utara.

Bosnia juga sangat efisien dalam transisi. Mereka tidak butuh banyak peluang. Satu momen bisa menjadi gol.

"Bosnia bermain bertahan dengan baik, mengandalkan striker mereka, jadi ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, seperti yang kita alami malam ini," ucap Gattuso.

Pengalaman Pemain Bosnia

Bosnia memiliki pemain berpengalaman. Edin Dzeko menjadi ancaman utama. Ia paham betul karakter sepak bola Italia. Dia pernah membela AS Roma hingga Inter Milan.

Selain itu, ada Sead Kolasinac yang solid di lini belakang. Dia kini tercatat sebagai pemain Atalanta. Pengalaman mereka di level tinggi menjadi nilai tambah.

"Ada banyak pemain berpengalaman di tim Bosnia, Wales sangat berbeda," ucap Gattuso.

“Suasananya akan sangat panas, meskipun jika kami bermain di Cardiff, situasinya akan serupa,” kata Gattuso.

Tekanan dan Beban Sejarah Kubu Italia

Di sisi lain, Italia harus mengelola tekanan. Status favorit bisa menjadi beban. Apalagi dengan bayang-bayang kegagalan masa lalu.

Italia bermain dengan level tekanan yang tinggi. Italia harus menang, jika tidak ingin mencatat noda dalam sejarah dengan gagal lolos ke Piala Dunia pada tiga edisi beruntun.

“Selain tekanan, kami juga melakukan kesalahan di babak pertama (lawan Irlandia Utara) dengan Locatelli yang terlalu mundur, sehingga Mancini bermain sebagai bek sayap, yang sama sekali bukan yang kami persiapkan,” aku Gattuso.

Jika Italia gagal memperbaiki detail kecil ini, risiko besar menanti. Bosnia siap memanfaatkan setiap celah sekecil apa pun.

Sumber: Football Italia

FIFA Series Baru Mulai, John Herdman Sudah Siapkan Rencana untuk ASEAN Championship dan Piala Asia

Read Entire Article
Bisnis | Football |