10 Transfer Terburuk Juventus yang Mengejutkan Dunia

3 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Juventus lama dikenal sebagai klub dengan strategi transfer yang sangat cermat di Eropa. Mereka sering menjadi contoh dalam membeli dan menjual pemain secara efisien.

Namun, sejarah menunjukkan bahwa bahkan klub sekelas Juventus tidak luput dari kesalahan besar di bursa transfer. Beberapa nama justru gagal memenuhi ekspektasi tinggi di Turin.

Dalam beberapa tahun terakhir, kesalahan tersebut bahkan mulai lebih sering terjadi. Hal ini menjadi sorotan karena Juventus biasanya identik dengan keputusan yang tepat.

Dari era kejayaan hingga masa transisi, banyak transfer mahal yang berujung kekecewaan. Beberapa di antaranya bahkan meninggalkan kerugian besar bagi klub.

Berikut daftar 10 transfer terburuk dalam sejarah panjang Juventus di sepak bola modern dan klasik.

1. Diego – €25 juta dari Werder Bremen, 2009

Diego datang ke Juventus dengan reputasi sebagai salah satu gelandang serang terbaik Eropa. Performanya di Werder Bremen membuatnya menjadi incaran banyak klub besar.

Namun, Juventus saat itu sedang berada dalam masa transisi yang sulit. Kondisi tim yang tidak stabil membuat Diego kesulitan menunjukkan kualitas terbaiknya.

Ia tidak pernah benar-benar menjadi pusat permainan seperti yang diharapkan klub. Satu musim di Turin terasa seperti langkah yang salah bagi kariernya.

Pada akhirnya ia dijual ke Wolfsburg dengan harga lebih rendah. Kariernya di Juventus menjadi awal penurunan reputasi.

2. Patrick Vieira – €15 juta dari Arsenal, 2005

Kedatangan Vieira dianggap sebagai transfer besar pada masanya. Juventus berharap pengalaman dan kualitasnya bisa mendominasi lini tengah.

Namun, penurunan fisik membuatnya tidak lagi sekuat saat di Arsenal. Ia terlihat kesulitan beradaptasi dengan tempo Serie A.

Laga melawan Arsenal di Liga Champions menjadi bukti jelas penurunan performanya. Ia kalah bersaing dengan generasi muda seperti Cesc Fabregas.

Hanya satu musim ia bertahan sebelum pindah ke Inter Milan. Kepergiannya terjadi di tengah krisis besar Juventus saat itu.

3. Juan Esnaider – €4,5 juta dari Espanyol, 1999

Esnaider didatangkan sebagai solusi darurat akibat cedera pemain utama. Juventus berharap ia bisa menjadi pelapis yang efektif.

Namun kenyataannya sangat jauh dari harapan klub. Ia kesulitan mencetak gol dan tidak mampu beradaptasi dengan Serie A.

Selama membela Juventus, ia tidak mencetak satu gol pun. Performa buruknya membuatnya cepat tersingkir dari tim utama. Ia akhirnya kembali ke Spanyol tanpa meninggalkan kesan berarti. Transfer ini dianggap gagal total oleh klub.

Read Entire Article
Bisnis | Football |