3 Momen tak Tersorot Kamera di Inter vs Juventus: Protes dan Pelukan di Balik Kartu Merah

2 weeks ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Laga panas antara Inter Milan dan Juventus pada pekan ke-25 Serie A, Minggu (15/2), menyisakan momen kontroversial. Derby d’Italia di Stadio Meazza itu berakhir 3-2 untuk kemenangan Nerazzurri, tetapi tensi pertandingan jauh melampaui skor akhir.

Sorotan utama tentu tertuju pada kartu merah Pierre Kalulu yang memicu gelombang protes dari kubu Bianconeri. Dua kartu kuning dalam 45 menit pertama membuat Juventus harus bermain dengan sepuluh pemain sejak jelang turun minum.

Namun, drama di lapangan hanyalah sebagian cerita. Sejumlah momen penting justru terjadi di luar sorotan kamera televisi dan baru terungkap lewat laporan Football Italia yang berada langsung di stadion.

Dari protes keras menuju terowongan, dukungan emosional antar pemain, hingga konfrontasi singkat usai laga, ada detail-detail yang memperkaya narasi panasnya duel klasik sepak bola Italia tersebut.

Protes Juventus dan Emosi di Terowongan

Wasit Federico La Penna menjadi pusat perhatian setelah memberikan dua kartu kuning kontroversial kepada Pierre Kalulu. Kartu kuning kedua yang berujung merah diberikan beberapa menit sebelum jeda, memicu ledakan emosi di kubu Juventus.

Kapten Juventus, Manuel Locatelli, terlihat terus memprotes keputusan tersebut sambil berjalan menuju terowongan. Di sisi lain, pelatih Luciano Spalletti menunggu di pinggir lapangan dengan ekspresi tegang.

Menariknya, Spalletti sempat memeluk hangat kapten Inter, Lautaro Martinez, sebelum turun ke ruang ganti. Sementara itu, direktur Juventus Damien Comolli dan Giorgio Chiellini sudah menunggu La Penna di dalam terowongan untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka secara langsung.

Dukungan Moral untuk Di Gregorio

Babak pertama juga menjadi panggung emosional bagi Andrea Cambiaso. Bek sayap Juventus itu mencetak gol bunuh diri yang memberi Inter keunggulan, sebelum kemudian mencetak gol balasan bagi timnya.

Gol bunuh diri tersebut tak lepas dari reaksi terlambat kiper Michele Di Gregorio. Situasi itu sempat menempatkan sang penjaga gawang dalam tekanan besar di tengah atmosfer San Siro yang bergemuruh.

Namun, dukungan datang dari internal tim. Kiper pilihan ketiga Juventus, Carlo Pinsoglio, keluar dari area teknis untuk memberikan tepuk tangan dan melambaikan tangan sebagai bentuk dukungan moral kepada Di Gregorio. Gestur kecil itu mencerminkan solidaritas di tengah tekanan besar.

Ketegangan Usai Peluit Akhir

Drama belum selesai ketika wasit meniup peluit panjang. Gelandang Inter, Nicolo Barella, yang sudah ditarik keluar lebih awal, langsung berlari masuk ke lapangan untuk merayakan kemenangan bersama rekan setimnya.

Barella melompat dan berputar dengan penuh emosi. Selebrasi tersebut memanaskan suasana, terutama bagi kubu Juventus yang masih menyimpan kekecewaan atas keputusan wasit.

Di sisi lain, kiper cadangan Juventus, Mattia Perin, mendatangi bangku cadangan Inter dan terlibat konfrontasi singkat dengan asisten pelatih Cristian Chivu, Aleksandar Kolarov. Insiden itu tak berlangsung lama, tetapi cukup mencerminkan tingginya tensi.

Sumber: Football Italia

Pemain Buangan Manchester United Dilarang Terima Tawaran Pulang ke Old Trafford

Read Entire Article
Bisnis | Football |