AC Milan Beruntung Punya Pemain 'Gila' Seperti Luka Modric

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Keputusan AC Milan merekrut Luka Modric pada musim panas 2025 sempat memunculkan banyak tanda tanya. Gelandang Kroasia itu datang dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama Real Madrid berakhir.

Namun keraguan itu perlahan sirna seiring kontribusi Modric di lapangan. Meski sudah menginjak usia 40 tahun pada awal musim ini, ia tetap mampu menjadi motor permainan Rossoneri.

Direktur olahraga Milan, Igli Tare, menjadi sosok penting di balik keberhasilan transfer tersebut. Pendekatan yang dilakukannya membuat Milan memenangkan persaingan dari sejumlah klub lain yang juga mengincar Modric.

Hingga saat ini Modric telah memainkan 29 pertandingan di semua kompetisi bersama Milan. Ia juga menyumbang dua gol dan tiga assist, sekaligus menjadi figur sentral di lini tengah klub yang berlaga di Serie A tersebut.

Kaka Tahu Betul Mentalitas Modric

Pujian untuk Modric datang dari legenda AC Milan sekaligus peraih Ballon d'Or, Kaka. Ia mengenal Modric dengan sangat baik karena pernah bermain bersama sang gelandang di Real Madrid.

Kaka menilai apa yang ditunjukkan Modric saat ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Ia sudah melihat sendiri bagaimana karakter dan etos kerja pemain Kroasia itu ketika mereka berbagi ruang ganti di Santiago Bernabeu.

Menurut Kaka, kualitas teknik Modric memang sudah diakui sejak lama. Namun yang membuatnya tetap istimewa adalah mentalitas dan kepemimpinannya di lapangan.

“Lukita adalah kekuatan alam,” kata Kaka pada Gazzetta dello Sport, via Football Italia. “Senang melihat apa yang ia lakukan dalam hal antusiasme, kepemimpinan, dan tentu saja, tekniknya. Saya pernah bermain dengannya di Madrid dan saya tahu seperti apa mentalitasnya.”

Sisi 'Gila' Luka Modric

Banyak pemain mulai menurunkan intensitas ketika telah memenangkan hampir semua trofi dalam kariernya. Namun menurut Kaka, Modric justru menunjukkan sikap yang berbeda.

Ia melihat gelandang veteran itu tetap memiliki hasrat besar untuk bermain dan berkontribusi bagi tim. Hal itulah yang membuatnya masih mampu bersaing di level tertinggi.

Kaka juga menilai kehadiran Modric memberikan pengaruh besar bagi Milan, bukan hanya saat pertandingan tetapi juga dalam sesi latihan. Pengalaman panjangnya membuat pemain lain bisa belajar banyak darinya.

“Wajar jika motivasi sedikit menurun ketika Anda sudah memiliki segalanya. Tapi ia gila,” seru Kaka.

“Ia masih ingin berbagi pengetahuannya, ia memanggil rekan-rekan setimnya, ia selalu siap bertarung. Ia memiliki energi dan kepribadian. Kontribusinya untuk Milan penting dalam pertandingan dan latihan dan saya percaya bahwa kehadirannya di sana baik untuk seluruh sepak bola Italia.”

(Football Italia)

Misteri Brahim Diaz di Real Madrid: Bersinar di Piala Afrika, Tapi Tenggelam di Bernabeu

Read Entire Article
Bisnis | Football |