AC Milan Dihadapkan pada Dilema Masa Depan Christian Pulisic

1 month ago 28

Liputan6.com, Jakarta - Christian Pulisic kian menjelma sebagai sosok sentral di AC Milan. Dari pekan ke pekan, kontribusi pemain asal Amerika Serikat itu bukan hanya terlihat dari statistik, tetapi juga dari dampak langsung yang ia berikan pada perjalanan Rossoneri musim ini.

Di tengah persaingan ketat perebutan gelar Serie A, Milan kini mulai memusatkan perhatian pada satu keputusan penting di balik layar: masa depan kontrak Pulisic.

Sejak didatangkan, Pulisic perlahan namun pasti berkembang menjadi senjata paling mematikan di lini serang Milan. Pada kompetisi Serie A musim berjalan, pemain berusia 27 tahun itu tercatat sebagai top skor sementara liga dengan koleksi tujuh gol, sejajar dengan Lautaro Martinez. Catatan tersebut terasa semakin impresif karena Pulisic sempat absen dan bermain dengan menit terbatas akibat sakit serta masalah fisik ringan.

Namun, pengaruh Pulisic tak hanya tercermin dari angka. Ia kerap menjadi pembeda, baik saat tampil sebagai starter maupun ketika masuk dari bangku cadangan.

Aksi terbarunya terjadi saat Milan menghadapi Torino, di mana Pulisic menjadi penyelamat tim meski nyaris absen karena kondisi kesehatan. Di internal klub, nyaris tak ada perdebatan: tidak ada pemain yang lebih menentukan dibanding dirinya musim ini.

Masa Depan Pulisic

Performa tersebut otomatis mengangkat kembali pembahasan soal kontraknya. Saat ini, Pulisic masih terikat dengan Milan hingga 2027, dengan opsi perpanjangan satu tahun hingga 2028 yang sepenuhnya berada di tangan klub. Secara teknis, situasi ini membuat Milan berada dalam posisi aman. Namun, manajemen Rossoneri tak ingin mengulang kesalahan masa lalu.

Kasus-kasus seperti Mike Maignan, Gianluigi Donnarumma, dan Hakan Calhanoglu, yang sempat dibiarkan berlarut hingga menimbulkan ketidakpastian, masih membekas.

Berbeda dengan keputusan menjual Theo Hernandez setahun sebelum kontraknya habis demi menghindari kehilangan gratis, Milan kini memilih pendekatan lain untuk Pulisic: memberi penghargaan lebih cepat atas performa gemilangnya.

Gaji Jadi Pembahasan Utama

Saat ini, Pulisic menerima gaji sekitar 4,4 juta dolar AS per tahun. Pihak sang pemain dikabarkan menginginkan kenaikan minimal 1,1 juta dolar AS per musim, angka yang akan menempatkannya lebih dekat dengan jajaran pemain bergaji tertinggi di San Siro.

Patokan Milan sendiri adalah Rafael Leao, yang menerima sekitar 7,7 juta dolar AS per tahun jika seluruh bonus performa terpenuhi.

Klub menilai kontribusi Pulisic sudah cukup untuk mendorongnya ke level tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa performa konsisten akan selalu mendapatkan apresiasi.

Pertemuan Krusial di Depan Mata

Mengutip laporan Calciomercato, AC Milan telah menjadwalkan pertemuan penting pada musim semi mendatang untuk mematangkan pembicaraan kontrak baru. Pihak klub disebut cukup tenang, karena sejauh ini Pulisic tidak menunjukkan tanda-tanda ingin hengkang.

Rencana Milan adalah menawarkan kontrak baru hingga 2029, lengkap dengan klausul perpanjangan otomatis. Tujuannya jelas: mengamankan pemain paling berpengaruh mereka untuk jangka panjang.

Tanpa tekanan, namun dengan keyakinan penuh, Milan ingin menjadikan Pulisic sebagai salah satu pilar utama identitas olahraga klub di masa depan.

Sumber: Calciomercato

Klasemen Liga Italia 2025/2026

Ari Rachman PrayogaTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |