AC Milan Kalahkan Pisa, Max Allegri Puji Luka Modric: Kita Harus Belajar darinya

2 weeks ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, melontarkan pujian setinggi langit kepada Luka Modric setelah gelandang veteran itu menjadi penentu kemenangan 2-1 atas Pisa dalam lanjutan Liga Italia, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB.

Bermain di kandang lawan, Rossoneri kembali menunjukkan pola lama yang nyaris merugikan. Sempat unggul lebih dulu, Milan justru kehilangan kontrol permainan sebelum akhirnya diselamatkan aksi Modric di menit-menit akhir.

Milan membuka keunggulan lewat sundulan Ruben Loftus-Cheek. Namun, situasi tak berjalan mulus setelah itu. Niclas Fullkrug gagal menggandakan skor usai eksekusi penaltinya hanya membentur tiang, sementara Felipe Loyola memanfaatkan kelengahan lini belakang untuk menyamakan kedudukan.

Situasi makin rumit ketika Adrien Rabiot diganjar kartu merah akibat protes berlebihan kepada wasit. Bermain dengan 10 orang, Milan dipaksa bertahan sekaligus mencari celah untuk mencuri kemenangan.

Di tengah tekanan tersebut, Modric tampil sebagai pembeda. Gelandang asal Kroasia itu melakukan penetrasi ke kotak penalti sebelum melepaskan penyelesaian matang yang memastikan tiga poin untuk tim tamu.

Allegri Soroti Masalah Konsistensi

Dalam wawancara seusai laga, Allegri mengakui timnya masih memiliki pekerjaan rumah besar.

“Ini bukan pertandingan yang mudah. Pisa adalah tim yang tidak nyaman untuk dihadapi. Mereka terlihat seperti hanya bertahan, tapi bisa menghukum lewat serangan balik. Kami kecolongan di gol mereka,” ujar Allegri.

Ia menegaskan bahwa meski tiga poin berhasil diraih, performa tim belum sepenuhnya meyakinkan.

“Tim ini punya kualitas teknik yang bagus. Namun kadang kami menurun secara mental. Di situlah kami harus meningkatkan level permainan,” tambahnya.

Milan kini mencatatkan 23 laga tak terkalahkan di Serie A, rekor aktif terpanjang di lima liga top Eropa saat ini. Konsistensi tersebut membuat mereka tetap menjaga jarak dalam perburuan gelar bersama Inter di papan atas.

Modric, Teladan bagi Pemain Muda

Selain menentukan kemenangan, Modric juga mencatatkan sejarah pribadi. Di usia 40 tahun 157 hari, ia menjadi pemain ketiga tertua yang mencetak gol dalam sejarah Serie A sekaligus terpilih sebagai Man of the Match.

Bagi Allegri, kontribusi Modric tak hanya soal gol.

“Terlepas dari teknik luar biasanya, dia benar-benar ingin membawa tim ini menang. Kita semua harus belajar dari karakter dan kerendahan hatinya,” tegas sang pelatih.

Allegri juga berharap para pemain muda Milan bisa menyerap pengalaman dan etos kerja sang veteran. “Kami sangat senang memilikinya. Para pemain muda harus memaksimalkan kesempatan bermain dan berlatih bersamanya.”

Pergantian Krusial

Setelah Pisa menyamakan skor, Allegri memasukkan Christian Pulisic dan Rafael Leao untuk menambah daya gedor bersama Fullkrug. Namun, usai Modric mencetak gol kemenangan, pelatih asal Italia itu menarik Fullkrug dan memasukkan Koni De Winter demi menjaga keseimbangan tim di sisa waktu pertandingan.

Keputusan tersebut terbukti tepat. Milan mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Kemenangan ini tak hanya menjaga tren positif Rossoneri, tetapi juga mempertegas satu hal: di usia yang tak lagi muda, Luka Modric tetap menjadi simbol kualitas, karakter, dan kerendahan hati di lapangan hijau.

Sumber: DAZN

Klasemen Liga Italia 2025/2026

Sean Gelael Bidik Juara di Musim 2026 Bersama AF Corse 51

Read Entire Article
Bisnis | Football |