Alvaro Arbeloa Soroti Puasa Gelar Real Madrid: Situasi yang Tidak Lazim

4 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid kini sedang berada di bawah tekanan hebat setelah melewati dua musim berturut-turut tanpa raihan trofi. Kondisi ini dipandang sangat tidak wajar bagi klub sekelas Los Blancos, hingga akhirnya pelatih Alvaro Arbeloa memberikan pernyataannya secara terbuka.

Menjelang pertandingan kontra Deportivo Alaves dalam lanjutan La Liga pada Rabu (22/4/2026) dini hari, Arbeloa tidak menampik bahwa suasana di dalam tim sedang tidak optimal. Ia berpendapat bahwa kegagalan beruntun ini mengharuskan seluruh elemen klub untuk melakukan peninjauan mendalam. Kenyataan pahit tersebut, menurut Arbeloa, wajib dihadapi secara jantan tanpa mencoba mencari pembelaan.

Fokus utama tim saat ini adalah memenangkan tujuh pertandingan yang masih tersisa di liga domestik. Arbeloa memberikan penekanan bahwa reaksi yang ditunjukkan para pemain pada periode krusial ini akan menjadi penentu bagaimana akhir dari perjalanan musim mereka.

Ia pun memberikan peringatan bahwa standar tinggi yang ada di Real Madrid tidak pernah mengalami penurunan. Bahkan sebuah hasil imbang pun sering kali dianggap sebagai kegagalan, sehingga skuad dituntut untuk selalu memperlihatkan kemajuan yang konkret di tiap pertandingan.

Standar Tinggi yang Tak Boleh Ditawar

Arbeloa sangat memahami bahwa tekanan merupakan konsekuensi pekerjaan di Real Madrid. Ia menjelaskan bahwa klub ini dituntut untuk selalu mampu bangkit dengan cepat, apa pun rintangan yang sedang dihadapi.

Menurut pandangannya, membiarkan kondisi tanpa gelar selama dua musim secara berlarut-larut adalah hal yang tidak bisa ditoleransi. Ia berharap seluruh pemain memiliki kesadaran penuh bahwa ekspektasi pendukung akan selalu berada di level tertinggi setiap kali mereka tampil membela tim utama.

"Dua musim tanpa memenangkan apa pun... Real Madrid adalah klub di mana segalanya biasanya berjalan baik. Ada kalanya segalanya tidak berjalan semestinya, tetapi mentalitas klub ini selalu menatap masa depan," ujar Alvaro Arbeloa.

"Di Real Madrid, kekalahan tidak bisa diterima, begitu juga dengan kemenangan, karena kami tahu tuntutan klub ini dan kami selalu harus menatap masa depan untuk menang. Kami harus memenangkan tujuh pertandingan tersisa," tegasnya.

Masalah Konsistensi di Liga Domestik

Arbeloa juga bersikap terbuka mengenai masalah inkonsistensi yang dialami timnya di ajang La Liga. Ia mengamati adanya disparitas performa yang cukup mencolok saat tim berhadapan dengan klub raksasa dibandingkan ketika melawan tim yang kualitasnya secara teknis berada di bawah mereka.

Faktor inilah yang dianggap menjadi penyebab utama lepasnya poin-poin krusial di sepanjang kompetisi. Ia menilai skuadnya masih memiliki banyak celah yang perlu diperbaiki, terutama pada detail-detail permainan agar performa tim menjadi lebih stabil.

"Mengenai performa kami, kami tentu memiliki ruang untuk perbaikan di La Liga dalam beberapa tahun terakhir. Saya pikir kami tampil lebih baik dalam pertandingan besar beberapa bulan terakhir ini dibandingkan melawan lawan yang kurang mapan," ungkap Arbeloa.

"Jika kita berbicara tentang tiga bulan terakhir ini, kita punya banyak ruang untuk perbaikan. Namun kita juga mengalami situasi seperti pertandingan melawan Girona, yang membuat Real Madrid lebih mudah memenangkan Liga Champions daripada gelar La Liga," lanjutnya.

Madrid vs Alaves: Los Blancos Kembali ke Jalur Kemenangan!

Read Entire Article
Bisnis | Football |