Arsenal Catat Statistik Horor yang Bisa Bikin Mereka Gagal Juara Musim Ini, Apa Itu?

2 weeks ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal kembali terpeleset di momen krusial perburuan gelar Liga Inggris. Peluit panjang di Gtech Community Stadium, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB, seolah mengulang kisah lama bagi pendukung The Gunners: poin terbuang saat tekanan dari rival utama sedang memuncak.

Hasil imbang yang diraih Arsenal bukan sekadar kehilangan dua angka. Ini menjadi kali keempat secara beruntun mereka gagal meraih kemenangan saat bermain setelah Manchester City dalam jadwal pertandingan liga.

Sebuah statistik yang memunculkan pertanyaan besar soal ketahanan mental skuad asuhan Mikel Arteta.

Tekanan yang Kian Terasa

Arsenal paham betul bagaimana konsistensi tim asuhan Pep Guardiola bisa menjadi ancaman nyata. Dalam dua musim terakhir, mereka sudah merasakan pahitnya finis di belakang Man City meski sempat memimpin klasemen dalam waktu lama.

Pekan ini menjadi pukulan mental tersendiri. Dalam hitungan hari, keunggulan Arsenal di puncak klasemen terpangkas drastis dari sembilan poin menjadi hanya empat poin.

Situasi itu jelas bukan kabar yang menenangkan, terutama mengingat pengalaman musim 2022/2023 ketika mereka menyia-nyiakan keunggulan delapan poin dalam perebutan gelar.

Menariknya, bahkan suporter tuan rumah ikut menyindir. Saat Brentford menyamakan kedudukan lewat sundulan Keane Lewis-Potter, terdengar nyanyian “second again, ole, ole” yang mengingatkan Arsenal pada trauma lama finis sebagai runner-up.

Arteta Coba Redam Isu

Mikel Arteta mencoba meredam kegelisahan. Ia menegaskan bahwa timnya tidak ingin terjebak dalam skenario “seandainya”.

“Saya paham ada perubahan besar dalam selisih poin. Tapi itu semua soal ‘jika, jika, jika’. Dalam kompetisi selama sepuluh bulan, ada begitu banyak kemungkinan. Anda hanya bisa fokus pada apa yang harus dilakukan dan melakukannya sebaik mungkin,” ujar Arteta.

Pernyataan itu menunjukkan upaya menjaga fokus skuad. Namun, di tengah ketatnya persaingan, sulit menafikan bahwa tekanan klasemen tetap memengaruhi psikologis pemain.

Derby dan Ujian Berikutnya

Tantangan Arsenal belum mereda. Akhir pekan nanti, mereka kembali bermain setelah Man City, kali ini dalam laga panas Derby London Utara melawan Tottenham. Di saat yang sama, Man City lebih dulu menjamu Newcastle di Etihad Stadium.

p>Jika City menang, jarak bisa terpangkas menjadi hanya satu poin sebelum Arsenal turun menghadapi rival sekota. Situasi ini berpotensi menjadi ayunan terbesar dalam persaingan gelar sejauh musim ini. Sebelumnya, Arsenal masih memiliki laga tandang penting ke markas Wolves di Molineux pada tengah pekan. Laga tersebut dimajukan karena jadwal final Carabao Cup. Menariknya, Arsenal menjadi satu-satunya tim papan atas yang bermain di tengah pekan tersebut, memberi mereka peluang memperlebar jarak sebelum City menemukan jadwal pengganti laga kontra Crystal Palace. Kemenangan atas Wolves akan membawa Arsenal unggul tujuh poin dan mengembalikan tekanan ke kubu Guardiola. Namun, hasil negatif justru bisa menjadi titik balik yang merugikan dalam perburuan gelar.

Read Entire Article
Bisnis | Football |