Arsenal Dijebak Main 'Kasino' Oleh Brentford

2 weeks ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tak ragu memberikan apresiasi kepada Brentford setelah timnya harus puas bermain imbang dalam laga sengit di Gtech Community Stadium. Dalam duel yang berlangsung keras dan penuh duel fisik itu, The Gunners dinilai kehilangan ketenangan setelah sempat memimpin.

Sejak awal, Arteta memang sudah mewaspadai karakter permainan tuan rumah. Bermain di kandang sendiri, Brentford mampu memaksa Arsenal tampil dalam tempo yang terputus-putus sepanjang babak pertama.

Kedua tim saling meredam agresivitas lawan, sehingga peluang bersih nyaris tak tercipta dalam 45 menit pertama.

Arsenal Gagal Cegah Gol Brentford

Memasuki babak kedua, Arsenal mulai menemukan ritme. Tekanan yang lebih konsisten akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-60. Umpan silang terukur dari Piero Hincapie disambut sundulan melambung Madueke yang gagal diantisipasi kiper lawan. Gol tersebut sempat memberi kesan bahwa Arsenal akan mengendalikan sisa pertandingan.

Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Sepuluh menit berselang, Brentford menyamakan kedudukan melalui skema yang menjadi ciri khas mereka.

Lemparan jauh Michael Kayode menciptakan kemelut di kotak penalti sebelum bola disambar Lewis-Potter menjadi gol. Situasi bola mati dan lemparan ke dalam panjang memang menjadi senjata utama tuan rumah, dan Arsenal tak mampu mengatasinya dengan sempurna.

Arteta menilai momen setelah unggul menjadi titik krusial yang tak bisa dimaksimalkan anak asuhnya. Alih-alih menjaga penguasaan bola dan mengontrol tempo, Arsenal justru kehilangan disiplin. Sejumlah pelanggaran tak perlu dan sapuan terburu-buru memberi Brentford kesempatan menciptakan tekanan lanjutan lewat set-piece.

Arsenal Terbawa Ritme Brentford

Dalam 20 menit terakhir, Arsenal terlihat kesulitan menguasai permainan. Serangan balik Brentford beberapa kali mengancam, memanfaatkan ruang di sisi lapangan dan celah antar lini.

Arteta menyebut pertandingan di markas Brentford ibarat “kasino”, ketika bola masuk ke area tepi lapangan atau terjadi lemparan ke dalam, segala kemungkinan bisa terjadi.

>"Ini tempat yang sangat sulit untuk dikunjungi, kami tahu itu. Sangat sulit untuk mendominasi permainan dalam jangka waktu yang lama karena mereka benar-benar bagus; mereka menyeret Anda ke dalam permainan di mana setiap kali bola berada di sekitar garis gawang atau di sisi lapangan, Anda akan mendapatkan lemparan ke dalam, dan itu seperti kasino," ujar Arteta kepada TNT Sports.

"Apa pun bisa terjadi, dan sesuatu yang sangat buruk bisa terjadi. Anda harus melewatinya. Saya pikir setelah 15 menit pertama, kami mulai mendominasi permainan."

Read Entire Article
Bisnis | Football |