Arsenal Waspadai Rumput Lapangan di Kandang Atletico Madrid

3 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal dipastikan menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Atletico Madrid dalam laga semifinal Liga Champions yang akan digelar Kamis (30/4/2026) dini hari WIB. Bukan hanya kekuatan lawan di atas kertas, kondisi lapangan di Stadion Metropolitano juga berpotensi menjadi faktor penentu dalam duel krusial ini.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyadari betul bahwa pertandingan di kandang Atletico tak pernah mudah. Musim ini, klub asal Spanyol tersebut menjadikan stadion berkapasitas 70.000 penonton itu sebagai benteng kokoh yang sulit ditembus. Dukungan suporter fanatik serta pendekatan taktis khas Diego Simeone kerap menyulitkan tim tamu.

Namun, sorotan tak hanya tertuju pada atmosfer stadion. Kondisi lapangan juga menjadi perbincangan hangat. Sebelumnya, Tottenham sempat mengeluhkan permukaan lapangan yang terlalu basah saat menghadapi Atletico di babak 16 besar pada Maret lalu. Akibatnya, sejumlah pemain tergelincir karena licinnya rumput.

Keluhan serupa juga datang dari pelatih Barcelona, Hansi Flick, yang menilai rumput dibiarkan terlalu panjang saat timnya bertanding di perempat final. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk memperlambat tempo permainan lawan.

Perhatian Serius Arsenal

Situasi ini tentu menjadi perhatian serius bagi Arsenal. Meski Atletico berstatus sebagai underdog, mereka memiliki “senjata tersembunyi” berupa kondisi kandang yang bisa dimaksimalkan untuk mengganggu ritme permainan tim lawan.

Meski demikian, UEFA memiliki regulasi ketat terkait standar lapangan pertandingan. Dalam aturan tersebut, klub tuan rumah diwajibkan menjaga kualitas lapangan dalam kondisi terbaik. Tinggi rumput tidak boleh melebihi 30 mm dan harus merata di seluruh area.

Selain itu, jadwal penyiraman lapangan juga harus dikomunikasikan sebelum pertandingan. Penyiraman harus dilakukan secara merata dan umumnya selesai 60 menit sebelum kick-off.

Namun, tuan rumah tetap diperbolehkan melakukan penyiraman tambahan menjelang laga, yakni antara 10 hingga 5 menit sebelum pertandingan dimulai, serta saat jeda babak pertama dengan durasi maksimal lima menit.

Dengan aturan tersebut, Atletico tetap memiliki ruang untuk mengatur kondisi lapangan sesuai strategi mereka. Arsenal pun dipastikan akan memantau secara cermat setiap detail yang bisa memengaruhi jalannya pertandingan.

Masalah Kebugaran Skuad Arsenal

Di sisi lain, Arsenal masih dihantui masalah kebugaran pemain. Bek andalan mereka, Jurrien Timber, belum sepenuhnya pulih dari cedera pangkal paha yang membuatnya absen cukup lama. Kehilangan Timber menjadi pukulan bagi lini pertahanan The Gunners, meski ada harapan sang pemain segera kembali merumput sebelum akhir musim.

Kabar lain datang dari Eberechi Eze yang optimistis bisa segera pulih usai mengalami cedera ringan saat menghadapi Newcastle. Sementara itu, Kai Havertz diperkirakan harus menepi lebih lama, meski cedera yang dialaminya tidak tergolong serius.

Dengan berbagai faktor tersebut, laga semifinal ini diprediksi berlangsung sengit, bukan hanya soal taktik dan kualitas pemain, tetapi juga bagaimana kedua tim beradaptasi dengan kondisi lapangan yang bisa menjadi penentu hasil akhir.

Bukayo Saka Kembali, Arsenal Pede Bisa Juara!

Read Entire Article
Bisnis | Football |