AS Bunuh Bos Intelijen IRGC, Khamenei 'Bangkit' dari Persembunyian

8 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei kembali muncul ke publik untuk buka suara menanggapi kematian Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Majid Khademi yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel, Senin (6/4).

Melalui X, Khamenei melayangkan pesan duka citanya terhadap kematian Khademi. Ia menggambarkan Khademi sebagai sosok yang berani, tangguh, dan sudah lama bergerak di bidang intelijen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Martir Mayor Jenderal Sayyid Majid Khademi, yang sudah berjuang tanpa pamrih di jalan Allah selama beberapa dekade di bidang keamanan, intelijen, dan pertahanan negara, telah meraih berkah kesyahidan," tulis Mojtaba di X.

Di unggahan terpisah, Mojtaba mengatakan Amerika Serikat dan Israel menggunakan senjata andalan "berupa terorisme Zionis" untuk membunuh Khademi.

Sementara itu, IRGC bersumpah akan melakukan serangan balasan atas kematian Khademi.

[Gambas:Twitter]

"Musuh yang jahat dan putus asa harus tahu bahwa serangan balasan besar-besaran oleh Organisasi Intelijen IRGC, di bawah Operasi 'Pembalasan yang Menghancurkan,' menanti para perencana dan pelaku kejahatan ini," demikian rilis resmi IRGC, dikutip Al Jazeera.

Khademi tewas dalam serangan AS-Israel pada Senin pagi. Dalam rilis resmi, IRGC mengatakan kedua negara itu sengaja menargetkan kepala intelijen itu.

Khademi naik jadi kepala intelijen setelah Mohammad Kazemi tewas dalam serangan Israel pada Juni 2025 atau dikenal Perang 12 Hari.

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |