Barcelona Kehilangan Pencetak 54 Gol, Butuh Lebih dari Nomor 9

10 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona memasuki musim baru dengan perubahan besar di lini serang. Robert Lewandowski, Ferran Torres, dan Marcus Rashford tidak lagi menjadi bagian dari rencana utama setelah ketiganya menyumbang total 54 gol pada musim lalu.

Kepergian mereka memiliki alasan masing-masing, tetapi dampaknya tetap sama bagi tim Hansi Flick. Barcelona kini harus menemukan sumber gol baru agar kehilangan produksi tersebut tidak menjadi masalah besar sepanjang musim.

Julián Alvarez menjadi target ideal karena kemampuannya bukan hanya sebagai penyerang tengah. Namun, bahkan jika transfer itu terwujud, Flick tidak bisa berharap satu pemain menutup seluruh lubang 54 gol tersebut.

Satu Striker Tidak Cukup

Barcelona memang membutuhkan penyerang tengah baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Lewandowski. Alvarez menjadi solusi paling lengkap karena mampu mencetak gol, melakukan pressing, menghubungkan permainan, serta menciptakan peluang sendiri.

Akan tetapi, kepindahan penyerang asal Argentina itu dari Atletico Madrid tetap sulit diwujudkan. Barcelona juga telah mendatangkan Anthony Gordon dan Karim Adeyemi, tetapi keduanya harus menjadi bagian dari solusi kolektif, bukan pengganti tunggal atas produksi tiga pemain yang pergi.

Lamine Yamal Harus Naik Level

Lamine Yamal menjadi kandidat paling jelas untuk meningkatkan jumlah golnya. Winger berusia 19 tahun itu sudah menjadi ancaman utama Barcelona, tetapi ketajamannya di dalam kotak penalti masih bisa berkembang.

Rencana Flick untuk lebih sering menempatkannya di area sentral dapat membantu proses tersebut. Dani Olmo juga perlu menjaga konsistensi dan produktivitas, sementara Raphinha tetap memiliki kemampuan menyerang ruang serta muncul di tiang jauh untuk menghasilkan gol.

Semua Pemain Harus Berkontribusi

Kebutuhan gol Barcelona tidak berhenti di lini depan. Fermín Lopez sudah memiliki naluri mencetak gol, sedangkan Pedri dan Gavi juga dapat meningkatkan kontribusi mereka dari lini kedua.

Rodri, yang baru bergabung dari Manchester City dengan nilai transfer sekitar 88,56 juta dolar AS (Rp1,58 triliun), juga bisa memberi tambahan melalui bola mati dan tembakan jarak jauh. Transfer tersebut telah rampung dan Rodri menandatangani kontrak hingga 2030.

Pada akhirnya, Barcelona tidak harus menemukan satu pemain yang mencetak tepat 54 gol. Jika striker baru menghasilkan 20-25 gol, Gordon menambah 10-15 gol, lalu Lamine, Olmo, Raphinha, dan Fermín meningkatkan produktivitas, lubang tersebut masih mungkin ditutup.

Sistem Flick dirancang untuk menciptakan banyak sumber ancaman di depan gawang. Tantangannya sekarang adalah memastikan seluruh pemain mengambil tanggung jawab mencetak gol sehingga Barcelona tidak kembali bergantung pada satu penyerang setiap pekan.

Sumber: Barca Universal

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar

Simak Artikel Lain Tentang FC Barcelona: Profil Lengkap Klub Sepak Bola

Lihat Semua

Rodri Siap Debut di Barcelona, Kapan Bisa Tampil?

Read Entire Article
Bisnis | Football |