Liputan6.com, Jakarta - Forbes merilis daftar mata uang dengan nilai terlemah di dunia pada April 2026. Dalam daftar tersebut, rupiah Indonesia tercatat berada di posisi kelima, menandakan nilainya masih cukup rendah jika dibandingkan dengan dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip laman Forbes, Sabtu (25/4/2026), sebagai mata uang yang paling aktif diperdagangkan di dunia, dolar AS memang menjadi acuan utama dalam mengukur kekuatan mata uang lain. Meski begitu, predikat mata uang terkuat saat ini justru dipegang oleh dinar Kuwait. Di sisi lain, sejumlah mata uang memiliki nilai yang sangat kecil bahkan membutuhkan puluhan ribu hingga jutaan unit untuk setara dengan 1 dolar AS.
Daftar ini disusun berdasarkan nilai tukar terhadap dolar AS, dengan mengacu pada data per 7 April 2026. Fluktuasi nilai tukar sendiri menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi nilai investasi internasional.
Apa saja 10 mata uang terlemah? Berikut daftarnya:
1. Rial Iran (IRR)
Posisi pertama ditempati oleh rial Iran (IRR), yang menjadi mata uang dengan nilai terendah di dunia saat ini. Nilainya sangat kecil, di mana 1 dolar AS setara dengan lebih dari 1,3 juta rial. Iran terletak di Teluk Persia, di antara Irak dan Afghanistan.
Negara ini merupakan pengekspor minyak dan gas alam terkemuka di dunia, tetapi sanksi ekonomi telah memberikan tekanan pada mata uang negara tersebut. Nilai IRR telah anjlok tajam menyusul konflik baru-baru ini antara Iran, Israel, dan AS.
2. Pound Lebanon (LBP)
Di urutan kedua ada pound Lebanon (LBP). Mata uang ini juga mengalami tekanan berat akibat krisis ekonomi berkepanjangan, inflasi tinggi, serta instabilitas politik dan perbankan di negara tersebut. Lebanon berbatasan dengan Laut Mediterania, serta Israel dan Suriah di Timur Tengah.
Negara ini memiliki ekonomi berbasis jasa dan juga mengekspor batu mulia, logam, produk kimia, serta makanan dan minuman. Pound Lebanon telah berada di bawah tekanan terhadap dolar AS selama beberapa tahun karena perekonomian yang lesu, inflasi dan pengangguran yang tinggi, krisis perbankan, dan gejolak politik.
3. Dong Vietnam (VND)
Sementara itu, dong Vietnam (VND) berada di posisi ketiga. Meskipun Vietnam memiliki sektor industri dan ekspor yang berkembang, nilai mata uangnya tetap tertekan akibat perlambatan ekspor dan kebijakan suku bunga tinggi di AS. Vietnam berbatasan dengan Laut China Selatan, dengan Cina, Laos, dan Kamboja sebagai negara tetangga.
Sektor jasa menyumbang proporsi terbesar dari produk domestik bruto negara, yang secara efektif merupakan ukuran output ekonomi suatu negara, diikuti oleh industri seperti elektronik, energi, dan tekstil. Nilai mata uang negara tersebut tertekan oleh pembatasan ekspor luar negeri dan perlambatan ekspor baru-baru ini, ditambah dengan periode kenaikan suku bunga yang berkelanjutan dan tinggi di AS.
4. Kip Laos (LAK)
Kip Laos, atau Lao kip merupakan mata uang terlemah keempat dengan nilai moneter 1 kip setara dengan USD 0,000045. Itu berarti USD 1 bernilai sama dengan 22.065,41 LAK. Laos adalah negara yang terkurung daratan dan berbatasan dengan Vietnam, Thailand, Kamboja, dan Tiongkok. Negara ini sangat bergantung pada ekspor seperti tembaga, emas, dan kayu.
Negara ini dilanda pertumbuhan ekonomi yang lambat, meningkatnya utang luar negeri, dan inflasi yang tinggi, yang semuanya telah bersekongkol untuk menekan mata uang Laos.
5. Rupiah Indonesia (IDR)
Mata uang nasional Indonesia diperkenalkan pada tahun 1946. Satu rupiah saat ini bernilai USD 0,000059, yang berarti USD 1 setara dengan Rp 17.000, bahkan rupiah sempat tembus Rp 17.300 pada Kamis (23/4/2026).
Indonesia terdiri dari lebih dari 17.000 pulau di Pasifik, termasuk Jawa, Sumatra, dan sebagian Kalimantan dan Papua Nugini. Dalam hal PDB, negara ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara terutama berkat sektor jasanya. Indonesia juga kaya akan komoditas, tetapi mata uang nasionalnya telah merosot dibandingkan dengan negara lain karena kombinasi inflasi tinggi dan kekhawatiran resesi.
6. Som Uzbekistan (UZS)
Som diperkenalkan pada 1993 dan satu unit mata uang nasional Uzbekistan saat ini setara dengan USD 0,000082. Dengan kata lain, USD 1 setara dengan 12.202,055 som. Terletak di Asia Tengah, Uzbekistan adalah bekas republik Uni Soviet.
Negara ini merupakan salah satu pengekspor kapas terkemuka di dunia dan memiliki cadangan mineral, minyak, dan gas yang besar. Negara tersebut telah menerapkan reformasi ekonomi, tetapi terus berjuang dengan pertumbuhan ekonomi yang rendah, inflasi dan pengangguran yang tinggi, serta korupsi.
7. Franc Guinea (GNF)
Franc Guinea diperkenalkan pada tahun 1959 dan saat ini bernilai USD 0,000114. Itu berarti USD 1 setara dengan 8.774,19 franc Guinea. Guinea adalah bekas koloni Prancis di Afrika sub-Sahara.
Negara ini memiliki banyak sumber daya alam seperti emas dan berlian, tetapi telah berjuang dengan inflasi tinggi, keresahan militer, dan masuknya pengungsi dari negara tetangga Liberia dan Sierra Leone.
8. Franc Burundi (BIF)
Republik Burundi, sebuah negara yang terkurung daratan di Afrika Timur, telah menggunakan mata uang ini sejak tahun 1916. Satu Franc Burundi saat ini bernilai USD 0,000336, sehingga satu dolar AS setara dengan 2.972,40 Franc Burundi.
Negara ini memiliki populasi lebih dari 14 juta jiwa dan berbatasan dengan Rwanda di utara, Tanzania di timur/tenggara, dan Republik Demokratik Kongo di barat. Kopi dan teh mencakup 90% dari ekspornya.
9. Bahasa Malagasy ariary (MGA)
Diperkenalkan pada 1961, ariary Malagasy adalah mata uang Madagaskar yang secara resmi menggantikan franc pada tahun 2005. Satu ariary saat ini bernilai USD 0,000239, sehingga satu dolar bernilai 4.177,54 ariary. Madagaskar adalah negara kepulauan yang terletak di lepas pantai tenggara Afrika. Pertanian, termasuk budidaya rafia, pertambangan, perikanan, dan kehutanan merupakan unsur utama perekonomian negara ini. Ekspor utama meliputi vanili, logam nikel, dan cengkeh.
10. Guarani Paraguay (PYG)
Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1952, guarani Paraguay saat ini bernilai USD 0,000154, sehingga USD 1 setara dengan 6.485,51 guarani. Paraguay adalah negara yang terkurung daratan, berbatasan dengan Brasil, Argentina, dan Bolivia.
Negara ini merupakan produsen utama kedelai, pengganti gula sevia, daging sapi, dan jagung. Mata uang tersebut telah berada di bawah tekanan akibat inflasi yang tinggi, korupsi, dan uang palsu.
Penyebab Tekanan Rupiah
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi domestik. Ia menilai, kondisi ekonomi Indonesia masih relatif kuat dibandingkan negara lain di kawasan.
Menurut Purbaya, dinamika rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor global dan pembentukan ekspektasi pasar, termasuk sentimen negatif yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah pun disebut terus berupaya merapikan berbagai kebijakan untuk mengurangi “noise” yang dapat memicu persepsi negatif terhadap perekonomian.
“Tapi untuk saya sih ini bukan tanda pemburukan apa dipicu oleh pemburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain kita masih kuat,” ujar Purbaya dalam Media Briefing, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan, pemerintah kini fokus memperbaiki berbagai kendala di sektor ekonomi, termasuk menutup potensi kebocoran dalam sistem perpajakan serta memastikan kebijakan berjalan lebih efektif. Sejumlah isu yang sebelumnya menimbulkan polemik, seperti kebijakan pajak tertentu, juga telah dirapikan agar tidak menimbulkan ketidakpastian di pasar.
Fondasi Ekonomi RI Kuat
Purbaya juga menyoroti pentingnya pengelolaan ekspektasi publik dan pelaku pasar. Menurut dia, sentimen negatif yang beredar justru dapat memperburuk persepsi terhadap rupiah, meskipun kondisi fundamental tidak berubah.
"Yang jelas adalah pondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan cenderung semakin cepat,” ujar dia.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak melakukan intervensi untuk sengaja melemahkan rupiah demi kepentingan daya saing perdagangan. Ia menyebut, nilai tukar tetap bergerak sesuai dengan fundamental ekonomi yang ada, meskipun dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh sentimen dan ekspektasi pasar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5218475/original/018877500_1747150696-20250513_193153.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1097049/original/004590600_1451399529-20151229-BPK-RI-YR-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545591/original/028851700_1775201136-pal5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4316216/original/042909700_1675755230-000_337W7LP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4764754/original/019860100_1709784752-Pertamina_Shipping.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565605/original/068479600_1777036802-1000299033.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426621/original/041286700_1764311938-Wakil_Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM___Yuliot_Tanjung-28_november_2025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5137791/original/066385900_1739961433-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534487/original/024967600_1773827091-Kabar_Gembira__Uang_Saku_Peserta_Pemagangan_Nasional_Naik_-_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410462/original/079376400_1762933492-Menteri_Ketenagakerjaan__Menaker__Yassierli-5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463606/original/082178300_1767665259-1000190404.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565023/original/022834200_1777009176-IMG-20260424-WA0010.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565024/original/086951400_1777009219-foto_1_-_24_apr.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1158948/original/095423800_1456912771-20160302-Panel-Surya-ESDM-Jakarta--Gempur-M-Surya-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494532/original/088044000_1770295769-0L5A4471.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473020/original/097246400_1768383522-1000205954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482252/original/052974900_1769168891-publikasi_1769163600_69734b50b3a7d.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5031435/original/074222000_1733074128-AP24336517258860.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467577/original/035269700_1767923184-AP26008792900594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456037/original/093352400_1766787645-G9HzWs2WgAAhOsG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468956/original/040478600_1768038807-Al-Nassr_Cristiano_Ronaldo-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479679/original/084946100_1768985177-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_15.06.31.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456032/original/033890000_1766784357-Manchester-United-Newcastle-lisandro-martinez-sandro-tonali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5283039/original/033440500_1752499728-000_36WX98V.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456401/original/043486900_1766869079-andrea-cambiaso-juventus.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483248/original/002237600_1769348730-alwi_2.jpg)