Mengenal Hari Angkutan dan Perhubungan Nasional

2 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia memiliki dua peringatan penting yang menyoroti sektor krusial bagi mobilitas dan pembangunan terkait transportasi, yakni Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) dan Hari Angkutan Nasional.

Kedua hari transportasi ini menjadi pengingat akan peran vital sektor perhubungan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari serta kemajuan bangsa. Harhubnas, yang diperingati setiap 17 September, merupakan momentum untuk merefleksikan kontribusi insan perhubungan di berbagai moda transportasi. Sementara itu, Hari Angkutan Nasional, yang jatuh pada 24 April, secara khusus menyoroti pentingnya transportasi umum bagi efisiensi dan keberlanjutan kota-kota di Indonesia.

Hari Perhubungan Nasional

Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) diperingati setiap 17 September di Indonesia, menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran vital sektor transportasi dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan nasional. Sejarah peringatan hari transportasi ini bermula dari inisiasi Menteri Perhubungan periode 1968-1973, Frans Seda. Penetapan Harhubnas kemudian diresmikan sejak 1971.

Dasar penetapan ini adalah Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor SK 274/G/1971 yang diterbitkan pada tanggal 26 Agustus 1971. Surat keputusan tersebut bertujuan untuk menyatukan Hari Bakti dari setiap organisasi di bidang perhubungan menjadi satu peringatan nasional.

Sebelumnya, masing-masing sektor perhubungan memiliki Hari Bakti yang diperingati secara terpisah, seperti sektor pelabuhan pada 5 September, pos dan telekomunikasi pada 26 September, serta kereta api pada 27 September. Frans Seda memutuskan untuk menyatukan seluruh peringatan ini demi efisiensi waktu dan biaya, dengan memilih tanggal 17 September sebagai hari transportasi nasional bagi sektor perhubungan. Peringatan Harhubnas pertama kali diselenggarakan secara nasional pada 17 September 1973 di Silang Monas, Jakarta.

Tujuan dan Makna Harhubnas

Peringatan Harhubnas memiliki beberapa tujuan utama yang berfokus pada penguatan sektor transportasi dan kesadaran masyarakat. Salah satu tujuannya adalah mewujudkan rasa kebersamaan dan jiwa korsa di kalangan insan perhubungan dengan mitra kerja jasa perhubungan pada umumnya. Selain itu, peringatan hari transportasi ini juga bertujuan memperkuat semangat persatuan dan gotong royong di antara para pemangku kepentingan.

Momen ini juga dimanfaatkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya transportasi dalam pembangunan bangsa. Harhubnas juga mendorong peningkatan kesadaran dan tanggung jawab untuk selalu ikut membudayakan peningkatan pelayanan yang lebih baik. Terakhir, peringatan ini bertujuan meningkatkan penghayatan dan pengamalan Lima Citra Manusia Perhubungan.

Harhubnas bukan semata-mata untuk mengenang hari kelahiran atau ulang tahun suatu organisasi/lembaga di bidang Perhubungan Nasional, melainkan  momentum untuk mengingat kembali peristiwa bersejarah di bidang perhubungan yang memberikan inspirasi atau motivasi bagi seluruh bangsa Indonesia. Peringatan hari transportasi ini juga menjadi ajang apresiasi bagi seluruh insan perhubungan yang telah berkontribusi dalam memperlancar mobilitas dan mendukung pembangunan nasional.

Hari Angkutan Nasional: Sejarah dan Makna

Selain Harhubnas, Indonesia juga memperingati Hari Angkutan Nasional setiap 24 April. Peringatan hari transportasi ini memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan perkembangan transportasi umum di Indonesia. Sejarah Hari Angkutan Nasional dimulai pada masa penjajahan Jepang pada 1943, ketika sistem transportasi di Indonesia mulai terorganisir dengan dibentuknya dua layanan: Unyu Zigyosha (angkutan barang) dan Zidosha Sokyoku (angkutan penumpang).

Setelah kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1946, kedua layanan tersebut dilebur menjadi Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia (DAMRI), yang berperan penting dalam menyediakan layanan transportasi umum di Indonesia.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kemudian menetapkan 24 April sebagai Hari Angkutan Nasional secara resmi pada 1971. Tujuan utama peringatan hari transportasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sektor transportasi umum dalam pembangunan nasional.

Pentingnya Transportasi Umum dan Inisiatif Pemerintah

Peringatan Hari Angkutan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya transportasi umum. Tujuan utamanya adalah mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum untuk mengurangi kemacetan dan polusi.

Selain itu, peringatan hari transportasi ini juga bertujuan memberdayakan transportasi umum sebagai solusi untuk mengatasi masalah kemacetan di perkotaan. Dengan meningkatkan kualitas fasilitas transportasi umum, diharapkan masyarakat merasa lebih nyaman dan aman menggunakan transportasi umum.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peringatan hari transportasi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pernah menggratiskan tarif seluruh transportasi umum (transum) pada 24 April untuk menyambut Hari Angkutan Nasional. Kebijakan ini diterapkan untuk menstimulus warga Jakarta beralih dari transportasi pribadi ke umum, dengan harapan jumlah pengguna transportasi umum semakin meningkat dan kemacetan di ibu kota terus menurun.

Read Entire Article
Bisnis | Football |