Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyusun sejumlah strategi dalam menyikapi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) daj gejolak ekonomi global. Pengusaha cenderung selektif dalam penggunaan dana hingga penyesuaian operasional.
Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani menuturkan langkah antisipasi di tengah gejolak global tersebut. Strategi manajemen risiko dilakukan secara komprehensif. Termasuk melakukan penataan struktur utang perusahaan.
"Penggunaan instrumen lindung nilai atau hedging terhadap fluktuasi nilai tukar semakin ditingkatkan, disertai dengan penataan struktur utang agar lebih seimbang antara rupiah dan valuta asing," ungkap Shinta kepada Liputan6.com, Sabtu (25/4/2026).
Pada aspek operasional, perusahaan juga disebut melakukan efisiensi. Mulai dari rasionalisasi penggunaan dana, optimalisasi biaya kerja, hingga peningkatan produktivitas. Pengalihan sumber bahan baku impor juga dilakukan secara bertahap.
"Diversifikasi pemasok dan upaya substitusi impor mulai dilakukan, meskipun kami melihat bahwa kemampuan substitusi domestik saat ini masih terbatas di banyak sektor. Dengan kata lain, ruang adaptasi tetap ada, namun tidak sepenuhnya mampu mengimbangi besarnya tekanan eksternal yang terjadi saat ini," jelas Shinta.
Dia turut memandang langkah Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan di posisi 4,75% sebagai upaya positif menjaga ekonomi nasional. "Stabilitas ini menjadi key anchor bagi dunia usaha dalam menjaga keberlangsungan operasional dan perencanaan jangka menengah," katanya.
Butuh Kebijakan Pro Pengusaha
Menurut Shinta, upaya stabilisasi belum cukup jika tidak dibarengi dengan kebijakan yang mampu ditangkap oleh pengusaha.
"Dalam situasi tekanan yang semakin dalam seperti saat ini, stabilitas saja belum cukup, dibutuhkan penguatan koordinasi kebijakan yang lebih solid dan respons yang semakin terkalibrasi untuk menjaga kepercayaan pasar dan dunia usaha," beber dia.
Sinergi Sangat Krusial
Dia bilang, dalam situasi di mana tekanan eksternal masih cukup kuat dan ruang pelonggaran kebijakan relatif terbatas, sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil menjadi sangat krusial.
"Dunia usaha pada prinsipnya tetap berkomitmen untuk menjaga resiliensi, sekaligus menangkap peluang secara selektif. Dengan pendekatan yang terukur dan kolaborasi kebijakan yang kuat, kami meyakini stabilitas dapat tetap terjaga dan aktivitas ekonomi dapat terus berjalan secara berkelanjutan di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian," urai Shinta Kamdani.
Biaya Bahan Baku Impor Naik
Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) melihat dampak langsung dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Biaya impor sejumlah sektor industri langsung terdampak pelemahan ini.
Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani menyampaikan, pelemahan rupiah menjadi tekanan pada struktur biaya dan arus kas perusahaan. Apalagi, bagi perusahaan yang masih memasok bahan baku dari impor.
"Pelemahan rupiah secara langsung meningkatkan biaya impor, khususnya karena struktur industri nasional masih sangat bergantung pada bahan baku dari luar negeri," kata Shinta kepada Liputan6.com, Sabtu (25/4/2026).
Mayoritas Impor
Dia mencatat, 70% bahan baku manufaktur berasal dari impor, dengan kontribusi bahan baku mencapai sekitar 55% dalam struktur biaya produksi. Dengan begitu, setiap depresiasi rupiah akan langsung tercermin dalam peningkatan biaya input dalam rupiah.
"Dalam konteks ini, beban impor bahan baku memang terdampak secara relatif cepat, meskipun tingkat pass-through ke harga akhir bervariasi tergantung sektor dan kondisi permintaan," ucap dia.
Shinta mencatat, sektor yang paling rentan adalah industri dengan ketergantungan impor tinggi seperti petrokimia, plastik, makanan dan minuman, farmasi, serta manufaktur berbasis energi.
Sebagai contoh, kenaikan harga nafta sebagau bahan baku utama industri plastik telah meningkat signifikan dan mendorong kenaikan harga resin hingga puluhan persen, yang kemudian berdampak berantai pada industri kemasan dan sektor hilir lainnya. "Ini menunjukkan adanya cost-push inflation pressure yang tidak hanya terbatas pada satu sektor, tetapi memiliki efek transmisi yang luas ke seluruh rantai pasok," jelas dia.
Penyebab Tekanan Rupiah
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi domestik. Ia menilai, kondisi ekonomi Indonesia masih relatif kuat dibandingkan negara lain di kawasan.
Menurut Purbaya, dinamika rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor global dan pembentukan ekspektasi pasar, termasuk sentimen negatif yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah pun disebut terus berupaya merapikan berbagai kebijakan untuk mengurangi “noise” yang dapat memicu persepsi negatif terhadap perekonomian.
"Tapi untuk saya sih ini bukan tanda pemburukan apa dipicu oleh pemburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain kita masih kuat,” ujar Purbaya dalam Media Briefing, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan bahwa pemerintah kini fokus memperbaiki berbagai kendala di sektor ekonomi, termasuk menutup potensi kebocoran dalam sistem perpajakan serta memastikan kebijakan berjalan lebih efektif. Sejumlah isu yang sebelumnya menimbulkan polemik, seperti kebijakan pajak tertentu, juga telah dirapikan agar tidak menimbulkan ketidakpastian di pasar.
Fondasi Ekonomi RI Kuat
Purbaya juga menyoroti pentingnya pengelolaan ekspektasi publik dan pelaku pasar. Menurut dia, sentimen negatif yang beredar justru dapat memperburuk persepsi terhadap rupiah, meskipun kondisi fundamental tidak berubah.
"Yang jelas adalah pondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan cenderung semakin cepat,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah tidak melakukan intervensi untuk sengaja melemahkan rupiah demi kepentingan daya saing perdagangan. Ia menyebut, nilai tukar tetap bergerak sesuai dengan fundamental ekonomi yang ada, meskipun dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh sentimen dan ekspektasi pasar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2849793/original/011745700_1562754395-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1097049/original/004590600_1451399529-20151229-BPK-RI-YR-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545591/original/028851700_1775201136-pal5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4316216/original/042909700_1675755230-000_337W7LP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4764754/original/019860100_1709784752-Pertamina_Shipping.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565605/original/068479600_1777036802-1000299033.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426621/original/041286700_1764311938-Wakil_Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM___Yuliot_Tanjung-28_november_2025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5137791/original/066385900_1739961433-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534487/original/024967600_1773827091-Kabar_Gembira__Uang_Saku_Peserta_Pemagangan_Nasional_Naik_-_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410462/original/079376400_1762933492-Menteri_Ketenagakerjaan__Menaker__Yassierli-5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463606/original/082178300_1767665259-1000190404.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565023/original/022834200_1777009176-IMG-20260424-WA0010.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565024/original/086951400_1777009219-foto_1_-_24_apr.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1158948/original/095423800_1456912771-20160302-Panel-Surya-ESDM-Jakarta--Gempur-M-Surya-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494532/original/088044000_1770295769-0L5A4471.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473020/original/097246400_1768383522-1000205954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482252/original/052974900_1769168891-publikasi_1769163600_69734b50b3a7d.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5031435/original/074222000_1733074128-AP24336517258860.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467577/original/035269700_1767923184-AP26008792900594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456037/original/093352400_1766787645-G9HzWs2WgAAhOsG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468956/original/040478600_1768038807-Al-Nassr_Cristiano_Ronaldo-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479679/original/084946100_1768985177-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_15.06.31.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456032/original/033890000_1766784357-Manchester-United-Newcastle-lisandro-martinez-sandro-tonali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5283039/original/033440500_1752499728-000_36WX98V.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456401/original/043486900_1766869079-andrea-cambiaso-juventus.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483248/original/002237600_1769348730-alwi_2.jpg)