Jakarta, CNN Indonesia --
Militer Amerika Serikat mencegat tiga kapal tanker berbendera Iran di perairan dekat Indonesia dan mengalihkan jalurnya dari posisi semula di dekat India, Malaysia, dan Sri Lanka.
Pencegatan ini berlangsung kala Presiden Donald Trump menegaskan blokade laut kapal Iran tetap berjalan meski dirinya mendadak memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Teheran pada Selasa (21/4) malam waktu AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sumber pelayaran MarineTraffic dan keamanan pada Rabu (22/4), salah satu kapal yang dicegat adalah supertanker Deep Sea berbendera Iran. Kapal itu membawa muatan sebagian minyak mentah dan terakhir terlacak melalui transponder publik di lepas pantai Malaysia sepekan lalu.
AS juga mencegat kapal lainnya berbendera Iran Sevin yang berukuran lebih kecil dengan kapasitas maksimum 1 juta barel dan terisi sekitar 65 persen. Data pelacakan menunjukkan kapal itu terakhir terlihat di lepas pantai Malaysia sebulan lalu.
Supertanker Dorena berbendera Iran juga dicegat dalam kondisi penuh mengangkut 2 juta barel minyak mentah, dan terakhir terlihat di lepas pantai India selatan tiga hari lalu.
Dikutip Reuters, Komando Pusat AS menyatakan Dorena kini berada di bawah pengawalan kapal perusak Angkatan Laut AS di Samudra Hindia setelah mencoba melanggar blokade.
Sumber pelayaran mengatakan pasukan AS kemungkinan juga mencegat tanker berbendera Iran Derya.
Kapal itu gagal membongkar muatan minyak Iran di India sebelum kebijakan AS melonggarkan aturan pembelian minyak mentah Iran bagi India berakhir pada Minggu.
Data MarineTraffic menunjukkan kapal tersebut terakhir terlihat di lepas pantai barat India pada Jumat.
Komando Pusat AS juga mengatakan sejak blokade laut terhadap kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran diterapkan, pasukan militer telah memerintahkan 29 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan.
Militer AS belum merinci seluruh kapal yang dicegat dan belum segera menanggapi permintaan komentar mengenai Derya maupun Deep Sea.
Sumber keamanan maritim ketiga mengatakan militer AS berupaya menargetkan kapal-kapal Iran jauh dari Selat Hormuz dan di perairan terbuka untuk menghindari risiko ranjau laut terapung selama operasi berlangsung.
Militer AS memang sempat mengutarakan rencana memburu kapal-kapal Iran di wilayah dekat Indonesia yang menuju Indo-Pasifik.
Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan pada Kamis (16/4) bahwa kapal-kapal tersebut kemungkinan besar akan dicegat di jalur Selat Malaka.
Menurut laporan Lloydslist dikutip dari CNN, kawasan Pasifik khususnya di dan sekitar Selat Malaka merupakan rumah bagi beberapa konsentrasi terbesar tanker gelap yang membawa minyak ilegal. Tanker tersebut termasuk kapal-kapal dari negara yang dijatuhkan sanksi seperti Iran.
Pasukan AS dalam beberapa hari terakhir telah menyita sebuah kapal kargo Iran dan satu kapal tanker minyak. Sementara itu, Iran ikut membalas dengan menangkap dua kapal kontainer yang berusaha keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz pada Rabu setelah menembaki kapal-kapal itu dan satu kapal lainnya.
Amerika juga telah mengalihkan sedikitnya tiga kapal tanker minyak berbendera Iran lainnya dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Donald Trump memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal dan pelabuhan Iran demi menekan Teheran supaya mau kembali ke putaran kedua perundingan di Islamabad, Pakistan.
Sementara itu, Iran membalasnya dengan menembaki kapal-kapal guna mencegah mereka melintasi Selat Hormuz. Hampir dua bulan setelah AS dan Israel memulai perang terhadap Iran, belum ada tanda jelas bahwa perundingan damai akan kembali dimulai di tengah gencatan senjata yang rapuh dan kembali diperpanjang oleh Trump.
Penutupan Selat Hormuz selama perang telah mengganggu pasokan seperlima minyak dan gas dunia, serta memicu krisis energi global.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
11






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494532/original/088044000_1770295769-0L5A4471.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473020/original/097246400_1768383522-1000205954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482252/original/052974900_1769168891-publikasi_1769163600_69734b50b3a7d.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5031435/original/074222000_1733074128-AP24336517258860.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467577/original/035269700_1767923184-AP26008792900594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479679/original/084946100_1768985177-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_15.06.31.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468956/original/040478600_1768038807-Al-Nassr_Cristiano_Ronaldo-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456037/original/093352400_1766787645-G9HzWs2WgAAhOsG.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456032/original/033890000_1766784357-Manchester-United-Newcastle-lisandro-martinez-sandro-tonali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456401/original/043486900_1766869079-andrea-cambiaso-juventus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5283039/original/033440500_1752499728-000_36WX98V.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
