Brighton vs Arsenal, Fabian Hurzeler Emosi: Hanya 1 Tim yang Mau Main Sepak Bola!

4 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal berhasil meraih kemenangan tipis saat bertandang ke markas Brighton pada pekan ke-29 Premier League 2025/2026. Duel di Amex Stadium, Kamis (05/03/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan skor 1-0 untuk The Gunners.

Gol cepat Bukayo Saka pada menit kesembilan menjadi penentu kemenangan tim tamu. Hasil tersebut membuat Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen sementara.

Kemenangan ini juga menjaga peluang Arsenal dalam perburuan gelar Premier League musim ini. Mereka kini unggul tujuh poin setelah Manchester City sebelumnya ditahan imbang Nottingham Forest.

Namun pertandingan tersebut meninggalkan ketegangan setelah peluit akhir berbunyi. Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, tampak sangat kesal dengan gaya bermain tim asuhan Mikel Arteta.

Hurzeler Emosi, Kritik Gaya Bermain Arsenal

Brighton sebenarnya tampil cukup dominan sepanjang pertandingan di Amex Stadium. Mereka lebih banyak menguasai bola dan mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Statistik pertandingan menunjukkan Brighton mencatatkan 11 tembakan sepanjang laga. Sementara Arsenal hanya menghasilkan tujuh percobaan meski berhasil mencetak gol lebih dulu.

Arsenal juga harus bermain tanpa William Saliba yang mengalami cedera pergelangan kaki. Meski begitu, lini pertahanan mereka tampil disiplin untuk menjaga keunggulan hingga laga berakhir.

Hurzeler pun meluapkan kekesalannya usai pertandingan dan menyindir keras pendekatan yang digunakan Arsenal. "Hanya ada satu tim yang mencoba bermain sepak bola hari ini," katanya, via Goal.

"Ingat, statistik tidak pernah bohong. Kami hanya kebobolan satu tembakan ke gawang. Kami tidak begitu efektif. Di sepertiga akhir lapangan, kami seharusnya menciptakan lebih banyak peluang."

Kekesalan Hurzeler Sudah Terlihat Sebelum Laga

Ledakan emosi Hurzeler sebenarnya bukan hal yang tiba-tiba. Sebelum pertandingan melawan Arsenal, ia sudah menyoroti gaya bermain tim asuhan Mikel Arteta.

Pelatih Brighton itu merasa Arsenal sering memanfaatkan celah aturan untuk mengulur waktu. Menurutnya, taktik tersebut berpotensi merusak ritme permainan lawan.

Dalam pertandingan di Amex Stadium, Hurzeler menilai kekhawatirannya benar-benar terjadi. Ia menuding Arsenal berkali-kali memperlambat jalannya laga demi mempertahankan keunggulan.

Ia bahkan menyinggung insiden yang menurutnya membuat tempo pertandingan sering terhenti. Hurzeler geram setelah pertandingan hari Rabu: "Jika mereka memenangkan Liga Primer, tidak ada yang akan bertanya bagaimana mereka memenangkannya. Pada akhirnya, ini tentang aturan. Jika wasit mengizinkan semuanya, saat ini mereka menerapkan aturan mereka sendiri. Saya mengajukan satu pertanyaan. Pernahkah Anda melihat pertandingan Liga Primer, seorang kiper terjatuh tiga kali?"

(Goal)

Manchester City Terpeleset! Pep Guardiola Kecewa Berat Setelah Ditahan Imbang Nottingham Forest

Read Entire Article
Bisnis | Football |